Berita Probolinggo

Penyebar Isu Hoax Dukun Santet di Probolinggo Akhirnya Tertangkap, Pelaku Terbawa Masalah Pribadi

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan J merupakan salah satu tersangka yang berupaya mengumpulkan massa untuk menggeruduk rumah M

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Danendra Kusuma
Tersangka J saat dihadirkan dalam konferensi pers di halaman Mapolres Probolinggo, Senin (6/6/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Kasus perusakan dan pembakaran rumah M (66) warga Desa Alas Tengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Problinggo gegara isu santet akhirnya terungkap.

Personel Polres Probolinggo telah menangkap seorang pelaku, J (33) yang tak lain tetangga korban.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan J merupakan salah satu tersangka yang berupaya mengumpulkan massa untuk menggeruduk rumah M.

Karena M diisukan memiliki ilmu santet.

Massa pun terprovokasi. Sesampainya di lokasi, massa melakukan penganiayaan terhadap korban. Tak hanya itu, massa juga melempari dengan batu dan membakar rumah M, Kamis (2/6/2022).

"Setelah melakukan penyelidikan, kami membekuk J pada Jumat 3 Juni 2022 di rumahnya," katanya saat konferensi pers di halaman Mapolres Probolinggo, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Difitnah Tetangga Punya Ilmu Santet, Nasib Pilu Pengrajin Bambu Dianiaya sampai Rumahnya Dibakar

Kumpulan Berita Lainnya seputar Probolinggo

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Arsya -sapaan Kapolres- menyebut, J bukanlah pelaku tunggal dalam kasus itu. Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain, yakni J, J, D, S, dan N yang merupakan warga Desa Alas Tengah.

"Kami masih melakukan pengejaran lima pelaku lain," sebutnya.

Dia menjelaskan, isu santet bermula ketika salah satu warga setempat menderita sakit dengan kondisi perut buncit selama sebulan.

Ada isu bohong yang dihembuskan, bila penyakit yang diderita warga tersebut akibat kiriman santet. Yang diisukan memiliki ilmu santet adalah M.

Padahal, setelah diperiksakan ke rumah sakit di wilayah Paiton, warga itu didiagnosis terserang TBC dan Liver.

"Isu santet kemudian menyebar luas hingga berujung pada perusakan dan pembakaran rumah M. M juga dianiaya. Isu itu berhembus dilatar bekalangi masalah pribadi. Kami masih mendalami siapa yang pertama membuat isu santet ini," pungkasnya.

Polisi berharap kepada warga agar tak mudah termakan isu atau berita bohong. Sebaiknya, apabila ada isu yang belum pasti kebenarannya, warga diimbau untuk melaporkannya ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved