Berita Surabaya

Aturan Perwali Surabaya Soal Larangan Merokok, Pengusaha Rokok Minta Smoking Area Dipermudah

Sebagai turunan Perwali tersebut, Sulami berharap sejumlah fasilitas bisa diberikan kemudahan dalam menyiapkan smoking area

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Bobby Koloway
Pemkot Surabaya resmi memberlakukan larangan merokok di tempat umum. Ada sejumlah sanksi yang diberikan bagi yang melanggar. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Produsen rokok mengakui berat menerima Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) soal larangan merokok di tempat umum. Mereka lantas mengungkap besarnya kontribusi produsen rokok selama ini.

"Kalau memang diatur, kami setuju-setuju saja. Namun, kami jujur kalau disuruh menjawab bagaimana perasaannya? Tentu sangat berat," kata Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jawa Timur Sulami Bahar di Surabaya.

Sebagai turunan Perwali tersebut, Sulami berharap sejumlah fasilitas bisa diberikan kemudahan dalam menyiapkan smoking area. "Jangan di pojokan atau bahkan di dekat toilet," harapnya.

Menurutnya, bukan kali ini saja pengusaha rokok merasa disudutkan dengan berbagai regulasi. Padahal, kontribusi industri tembakau di Jawa Timur cukup besar.

"Kami sebenarnya sudah all-out (mendukung), tapi masih saja ada regulasi yang memojokkan. Tapi kami bisa apa? Terpenting, regulasi ini masih bisa melindungi industri rokok tembakau, khususnya yang ada di Surabaya," katanya. 

Baca juga: Resmi, Kota Surabaya Berlakukan Larangan Merokok di Tempat Umum, Pelanggar Siap-Siap Didenda

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Sulami menerangkan besarnya cukai hasil tembakau (CHT) yang diberikan pengusaha rokok kepada negara. Tiap tahun angkanya cenderung meningkat, sekalipun saat pandemi.

Pada 2021 misalnya, angka sumbangan cukai dari Jatim mencapai Rp113 triliun. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang baru mencapai sekitar Rp101 triliun.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur per tahun 2020, kontribusi Jatim terhadap penerimaan cukai negara tersebut sebesar 59,83 persen dari total penerimaan cukai nasional. "Cukai dan tembakau di Jatim menjadi salah satu yang terbesar secara nasional," kata Sulami.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved