Berita Lumajang

Gara-gara Hutang Kepala Desa Aniaya Pedagang Lombok, Ditemukan Alat Hisab Sabu saat Diamankan

Rizal yang belum memiliki uang untuk membayar hanya bisa meminta waktu tambahan kepada Ida Namun, rupanya emosi Ida sudah meradang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Tony Hermawan
LH, seorang Kepala Desa Kudus diamankan polisi karena kasus penganiayaan. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - LH, seorang Kepala Desa Kudus, Kecamatan Klakah ditangkap polisi karena kasus menganiaya seorang pedagang lombok. Selain akan dihukum karena bertindak arogan, pria berusia 35 tahun itu, juga dicurigai sebagai pengguna narkoba. Sebab,  polisi menemukan perangkat alat hisap sabu saat LH ditangkap.

Orang yang menjadi korban kekerasan ini yakni Rizal. Pemuda berusia 29 tahun warga asal Desa Mlawang, Kecamatan Klakah. Dia mengalami luka di bagian kepala. Rizal dikeroyok 8 orang karena memiliki utang Rp2juta di saudara ipar LH.

Kejadian itu terjadi 25 Mei lalu. Rizal yang saat itu berangkat ke pasar untuk berjualan lombok bertemu dengan sepupu LH, Ida di perlintasan kereta api sekitar Klakah. Nah, kabarnya Rizal memiliki utang dagangan lombok senilai Rp 2juta di Ida. 

Pertemuan itu menjadi cilaka bagi Rizal. Rizal yang belum memiliki uang untuk membayar hanya bisa meminta waktu tambahan kepada Ida. Namun, rupanya emosi Ida sudah meradang. Ida menelepon LH untuk menganiaya Rizal. Tak cukup di situ, LH juga merampas handphone Rizal setelah dikalahkan.

Informasinya, sebelum Rizal dikeroyok, rumah  ibunya di Mlawang juga telah dirusak. Sampai-sampai kaca jendela rumah ibunya pecah. Ibu Rizal sampai mengalami trauma gara-gara teror ini.

Baca juga: Nasib Mami Ambar Mucikari Anak Dituntut 10 Tahun Penjara, Sidang Disaksikan Langsung Bupati Lumajang

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Karena LH juga membawa lari handphone korban, kami kenakan pasal berlapis. Pasal 170 tentang Penganiayaan dan 365 tentang Perampasan," kata Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.

LH kini harus bersiap mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dia juga menjadi sasaran polisi narkoba karena saat diamankan ditemukan perangkat sabu di dalam rumahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved