Berita Surabaya

Hati-hati, 2 Fenomena Ini akan Serang Kota Surabaya, Sebabkan Banjir Rob Hingga Akhir Juni

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Fajar Setiawan mengatakan banjir rob disebabkan fenomena supermoon

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Pemkot Surabaya melakukan pembersihan di saluran-saluran air primer untuk mengantisipasi genangan. 

Oleh sebabnya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di pesisir agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, saat ini suplai uap air di wilayah Indonesia masih banyak, sehingga hujan bakal sering terjadi.

Pihaknya memprediksi puncak supermoon terjadi Rabu pukul 18.00 WIB. Yakni bulan purnama yang jaraknya dekat dengan bumi.

"Untuk fenomenanya terjadinya besok, tapi kalau dampaknya bisa dirasakan mulai saat ini sampai tanggal 17 Juni. Dampak yang paling utama adalah air pasang," imbuhnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Sidoarjo, Teguh Tri Susanto menyatakan apabila La Nina masih berlanjut, maka hujan akan masih sering terjadi.

"Kalau pertanyaan apakah ini kemarau basah, mungkin masyarakat dibebaskan saja dalam memberikan sebutan, yang penting sadar bahwa ada potensi hujan sepanjang tahun ini," kata Teguh.

Untuk detail cuaca harian, pihaknya menghimbau bisa melihat melalui laporan prakiraan cuaca di BMKG. "Sebagai gambaran umum, untuk penguatannya bisa tetap memantau perkembangan cuaca dalam skala meteorologi (1 harian, 3 harian, 7 harian) di kanal-kanal resmi atau kontak BMKG," jelasnya.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya telah melakukan normalisasi dan pembersihan saluran-saluran primer. Mulai engerukan hingga pembersihan saluran-saluran primer.

"Serta melakukan optimalisasi pompa-pompa kita yang ada di muara-muara laut," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Lilik Arijanto dikonfirmasi terpisah.

Lilik menyatakan, bahwa saluran yang berada di muara laut menjadi prioritas. Apalagi, rumah pompa harus ditutup  karena air laut pasang.

"Makanya kita optimalkan pengerukan di avour Wonorejo. Serta di lokasi saluran pompa Wonorejo 1 dan 2," papar dia.

"Kebon Agung sudah optimal. Cuma Wisma Penjaringan kena pasang air laut jadi mungkin ada genangan di daerah situ," terangnya.

Sekalipun demikian, pihaknya memprediksi genangan hanya terjadi di bagian tengah dan hilir. Mengingat genangan air itu terjadi pada casement saluran Kebon Agung dan avour Wonorejo namun tidak keseluruhan.

Sekarang ini, pihaknya pun intens melakukan penelusuran di avour Wonorejo untuk meninjau kondisi geometri saluran. Termasuk pula intens melakukan normalisasi dan pembersihan saluran untuk menanggulangi genangan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved