Berita Gresik

Detik-detik Penggerebekan 9 Wanita PSK di Warung Kopi, Ada yang masih 19 Tahun Diamankan Satpol PP

sebanyak lima orang perempuan diduga PSK diamankan di Samaleak. Dalam penertiban itu, empat wanita sembunyi di dalam sebuah kamar

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Sejumlah wanita diduga PSK sembunyi di dalam kamar di Desa Banyuurip, Samaleak, Kecamatan Kedamean, Gresik. 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Sejumlah perempuan yang biasa menjaga warung kopi sembunyi saat didatangi Satpol PP. Sebanyak sembilan orang diamankan dari dua warung kopi. Diantaranya masih berusia 19 tahun.

Warung kopi yang didatangi di wilayah Desa Banyuurip, Samaleak, Kecamatan Kedamean dan Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme. Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Suprapto mengatakan sebanyak lima orang perempuan diduga PSK diamankan di Samaleak. Dalam penertiban itu, empat wanita sembunyi di dalam sebuah kamar. Satu orang diamankan sedang melarikan diri.

Satpol PP kemudian menyasar wilayah warung kopi yang dilengkapi karaoke di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme. Empat wanita pramusaji diamankan.

"Sebanyak sembilan wanita yang terjaring razia dibawa ke Mako Satpol PP," ucapnya, Rabu (22/6/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lima wanita yang terjaring di Samaleak mengakui bahwa bekerja melayani pria hidung belang.

Diketahui, identitasnya A asal Kuningan, SA, T asal Cirebon keduanya berusia 19 tahun, TR Brebes dan P asal Sulawesi Tenggara.

Kelima perempuan tersebut langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk dilakukan pembinaan.

Baca juga: Detik-detik Penggerebekan Anggota DPRD Selingkuh di Apartemen oleh Istri Siri, Tak Pulang-pulang

Kumpulan Berita Lainnya seputar Gresik

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Sedangkan empat wanita di Ngabetan merupakan pelayan di warung kopi lalu diberi surat pernyataan menjaga ketentraman dan ketertiban serta tidak menyediakan karaoke.

"Kedepan, kami akan mengundang kepala desa untuk melakukan koordinasi dalam rangka penataan warung agar lebih tertib," imbuhnya.

Operasi Cipta Kondisi dilakukan guna mencegah adanya praktik prostitusi dan warung di Kabupaten Gresik sesuai Perda No. 22 Tahun 2004 tentang larangan pelacuran dan perbuatan cabul, serta Perda No. 2 Th. 2022 tentang ketentraman dan ketertiban di wilayah Kabupaten Gresik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved