Berita Magetan

Dugaan Pungli di Pengadilan Agama Magetan Merajalela, Bisa 20 Kali Lipat Biaya Resmi

Malahan, tambah Yassin, Tim PTA menanyakan kepada Yassin, kalau kasus pungli ini sudah di lakukan pemeriksaan dari Tim PTA

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Doni Prasetyo
Halaman dan kantor Pengadilan Agama (PA) Magetan dipenuhi poster poster pakta integritas dimana mana, termasuk menolak Pungutan Liar (Pungli). Tapi faktanya, Pungli sudah menaun di PA Magetan ini. 

TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Kasus pungli di Pengadilan Agama (PA) Magetan diungkap sejumlah pengacara, hal ini karena dipandang sudah keterlaluan. Tim Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya,  sudah Inspeksi dan membenarkan kasus Pungli itu, namun sejauh ini sanksi kepada pejabat pejabat pelakunya belum terlihat.

"Saya sudah dimintai keterangan, Tim PTA Surabaya, menolak ketika saya mau membeberkan lebih lanjut terkait saksi dan bukti bukti, Tim PTA menolak dan mengaku sudah tahu dan punya bukti bukti itu,"kata Yassin, salah satu pengacara yang mengungkap kasus pungli itu kepada Surya, Rabu (22/6).

Malahan, tambah Yassin, Tim PTA menanyakan kepada Yassin, kalau kasus pungli ini sudah di lakukan pemetiksaan dari Tim PTA, apakah Yassin masih mau membawa kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

"Tim PTA saya beri deadline, satu, sampai dua bulan, kalau sampai Tenggat waktu itu tidak ada kabar, saya pasti akan tindaklanjuti ke KPK di Jakarta. Mendengar itu, Ketua Panitera PA Magetan, mengulurkan tangan menyalami saya dan minta maaf atas pelayanan yang tidak ramah. Saya jawab iya aja,"kata Yassin.

Dikatakan Yassin, melihat janji Tim PTA Surabaya yang melakukan pemeriksaan di PA Magetan, ada sejumlah PNS PA setempat yang dapat sanksi pecat. Putusan itu tersirat dari ucapan beberapa anggota Tim PTA Surabaya.

Baca juga: Siasat Licik Pria Kaya Setubuhi Gadis Miskin di Magetan, Ditinggal Pergi Sekeluarga, Semena-mena

Kumpulan Berita Lainnya seputar Magetan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Ya kita tinggal tunggu hasilnya. Bener di beri sanksi atau hanya pemeriksaan main main seperti sebelumnya. Klo main main, kita juga bisa main main mengusulkan pecat Tim Pemeriksa,"kata Yassin.

Yassin, juga berjanji ungkap perihal yang sama dengan PA itu, tapi kejadiannya di Pengadilan Negeri (PN) Magetan juga. Tunggu saja, keduanya akan saya bawa ke KPK, agar calon pelaku lain jera tidak melakukan.

"Kalau kasus di PN Magetan, komplek. Melibatkan pelaku, yaiygv  pejabat lain diberbagai instansi. Ini harus pelan pelan agar tidak bias dan memberi kesempatan pelaku menghilang BB,"kata Yassin berjanjji akan menembusi laporan ke KPK nanti.

Humas PA Magetan Syahrullah, mengakui klo Tim Pemeriksa PTA Surabaya dua hari melakukan pemeriksaan terkait laporan beberapa pengacara itu.

"Iya Tim PTA Surabaya datang melakukan pemeriksaan, semua sudah dimintai keterangan, seingat saya,  pelapor juga sudah dimintai keterangan,"kata Syahrullah yang juga salah satu hakim di PA Magetsn kepada Surya.

Namun, tambah Syahrullah, hasil dari pemeriksaan Tim PTA di PA Magetan hingga kini juga belum dibuka, demikian juga siapa siapa pejabat yang terlibat dan akan menerima sanksi.

"Hasil pemeriksaan gimana kami belum diberi tahu Tim PTA. Kami juga belum tahu tindaklanjut hasil pemeriksaan itu,"pungkas Syahrullah.(tyo).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved