Berita Probolinggo

Viral Ojek Kuda Tak Terima Direkam di Bromo, Minta Tarif Rp50 ribu ke Wisatawan, Ini Respon BBTNBTS

Pengunjung itu sedang merekam seorang tukang ojek kuda dari belakang di Kaldera Bromo. Mendadak, oknum tukang ojek kuda itu meminta tarif

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
Tangkapan Layar
Video viral mengambil video ojek berkuda justru kena tarif membayar Rp50 ribu di Bromo 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Sebuah video yang menunjukkan seorang tukang ojek kuda meminta uang Rp 50 ribu kepada pengunjung Gunung Bromo viral di media sosial. 

Video yang diunggah pertama kali oleh akun Tiktok @aldidutcho itu sudah ditonton 6,6 juta kali. Warganet juga memberikan 370 ribu like dan 5471 komentar. Rata-rata warganet menuliskan komentar bernada kritikan.

Berdasar video, pengunjung itu sedang merekam seorang tukang ojek kuda dari belakang di Kaldera Bromo. Mendadak, oknum tukang ojek kuda itu berbalik arah dan meminta uang Rp 50 ribu kepada perekam. 

Alasannya, perekam tak minta ijin terlebih dahulu saat membuat video. 

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memberikan respons terkait kejadian tersebut. 

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, dan Humas BBTNBTS Syarif Hidayat mengatakan pihaknya telah berusaha melakukan penelusuran fakta lapangan dari kejadian tersebut.

Baca juga: Nasib Pengemis Jahat Toyor Kepala Wanita saat Tak Diberi Uang yang Viral, Kini Diincar Satpol PP

Kumpulan Berita Lainnya seputar Probolinggo

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Mengingat video yang diunggah di media sosial tersebut bukan berupa video yang utuh sehingga membutuhkan klarifkasi dari kedua belah pihak. 

"Jika melihat dari video yang beredar tersebut, diduga merupakan kesalahpahaman penyedia jasa wisata kuda dengan pengunjung. Selain itu, bukan merupakan gambaran umum dari perilaku penyedia jasa wisata kuda dan tidak ada kaitannya dengan PNBP/tarif masuk/kegiatan di kawasan," katanya lewat keterangan resmi tertulis yang diterima Surya, Selasa (21/6/2022). 

"Penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisata Iainnya di kawasan TNBTS adalah masyarakat sekitar, bukan merupakan petugas BBTNBTS," lanjutnya. 

Syarif menjelaskan, BBTNBTS telah berupaya melakukan pembinaan kepada pelaku jasa wisata secara rutin. 

Bentuk pembinaan itu antara lain, kegiatan rapat koordinasi serta peningkatan kapasitas pelaku jasa wisata. 

Pembinaan dilakukan agar pelaku jasa wisata dapat menjalankan kegiatan usaha di TNBTS sesuai aturan, menjaga ketertiban, dan melayani pengunjung dengan baik.

"Perbaikan kualitas pelaku jasa wisata BBTNBTS merupakan tanggungjawab bersama seluruh stakeholder yang terlibat dalam kegiatan wisata di kawasan Bromo, baik instansi pemerintah daerah, provinsi, pusat maupun lembaga Iainnya yang terkait," jelasnya. 

Ia mengungkapkan untuk menjaga situasi wisata yang kondusif, BBTNBTS mengimbau agar pelaku jasa wisata dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. 

Selain itu, menjunjung tinggi etika dan kesopanan sesuai dengan norma yang terkandung pada Sapta Pesona Pariwisata Indonesia.

"BBTNBTS telah memasang banner imbauan kepada pengunjung di beberapa lokasi untuk melapor melalui call centre atah nomor pengaduan 0852-5993-4112 / 081-232-66696 jika terdapat pelayanan yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku," pungkasnya. 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved