Berita Surabaya

Aturan Terbaru Wali Kota Surabaya, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Wajib Izin Kecamatan

Penjualan hewan kurban harus mendapat persetujuan dari camat. Nantinya, pihak kecamatan bersama petugas kesehatan akan memverifikasi

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Petugas memeriksa kesehatan sekaligus memberikan vitamin kepada hewan ternak di Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman kurban di Peringatan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. SE ini sebagai antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak.

Wali Kota ingin memastikan hewan ternak yang masuk ke wilayah Surabaya aman untuk kurban. SE nomor 451/9519/436.7.9/2022 ini menindaklanjuti SE Menteri Pertanian dan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur.

Dalam SE tersebut, penjualan hewan kurban harus mendapat persetujuan dari camat. Nantinya, pihak kecamatan bersama petugas kesehatan akan melakukan verifikasi administrasi hingga pengecekan ke lokasi.

Hewan kurban yang diperjualbelikan harus dalam kondisi sehat. Ini dibuktikan dengan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Surat Veteriner (SV) dari daerah asal.

Hewan ternak yang masuk ke wilayah Surabaya harus sesuai rekomendasi dan aturan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta camat di masing-masing wilayah. 

“Bagi yang muslim, kalau ingin kurban, ya silahkan. Kami nanti akan turun memastikan ternak yang masuk di Surabaya sudah dilengkapi surat keterangan sehat dari daerah asal,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (23/6/2022). 

Di dalam SE Wali Kota itu, juga tercantum persyaratan teknis tempat penjualan hewan kurban. Misalnya, lahan yang cukup sesuai dengan jumlah hewan.

Baca juga: Pernikahan Beda Agama Disahkan Pengadilan Negeri Surabaya, Pasal Ini jadi Pertimbangan Hakim

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Selain itu, pedagang wajib memberi pagar atau pembatas di lahan dagangannya. Sehingga, hewan tidak berkeliaran dan memungkinkan adanya ternak lain yang masuk ke tempat penjualan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved