Berita Surabaya

Cak Eri Masuk 3 Besar Cagub Jatim di Survei Poltracking, Respon Wali Kota "Saya Masih Punya Janji"

Menanggapi hal ini, Mas Eri memilih untuk fokus menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Bobby Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan di Kota Pahlawan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lembaga survei Poltracking Indonesia menyebut tingginya elektabilitas (tingkat keterpilihan) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 mendatang. Menanggapi hal ini, Mas Eri memilih untuk fokus menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota.

"Saya masih sibuk ngurusin orang Surabaya. Saya nggak ngurus gitu," kata Mas Eri di Surabaya, Minggu (26/6/2022).

Jangankan soal pemilihan gubernur, soal pencalonannya di periode kedua pada Pemilihan Wali kota Surabaya di 2024 saja juga belum terencana olehnya. "Soal (Pilwali) 2024 aja nggak ngurus," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dibanding bicara pilkada, pria yang dilantik sebagai Wali Kota pada 26 Februari 2021 lalu ini memilih fokus pada berbagai persoalan Kota yang harus diselesaikan. Baginya, itu lebih penting dibanding berbicara urusan politik.

"Bagaimana orang miskin punya kerja. Bagaimana sekolah bisa nyaman dengan sekolahnya. Bagaimana anak gizi buruk mendapat vitamin. MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) bisa berkurang. Pengangguran bisa mendapatkan pekerjaan. Saya mikir itu saja," katanya.

Persoalan itu masuk dalam targetnya yang harus diselesaikan dalam masa kepemimpinannya. "Janji saya, untuk orang Surabaya. Diri saya akan kami dedikasikan untuk warga Surabaya," katanya.

Disinggung soal peluang penugasan dari partai, Mas Eri sekali lagi menegaskan bahwa fokus pihaknya untuk membahagiakan warga Kota Pahlawan. Ia juga mengutip nasehat orang tuanya agar menghadirkan solusi bagi warga Surabaya.

"Dedikasiku ke orang Surabaya. Janjiku, sumpah ku hanya untuk orang Surabaya. Berarti, kami hadir untuk orang Surabaya," kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

"Itu janji saya juga ke orang tua... Bagaimana membahagiakan orang Surabaya untuk menerangi makame bapak dan ibu (melapangkan makam ayah dan ibu). Itu saja. Lha kok mikir yang itu (pilgub)," katanya.

Baca juga: Patung Bung Karno akan Berdiri di Surabaya, Wali Kota Cak Eri Bikin Sayembara Desain Bertemakan Ini

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Untuk diketahui, Lembaga survei Poltracking Indonesia memaparkan elektabilitas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi cukup tinggi. Sehingga, Mas Eri menjadi salah satu nama yang layak digadang-gadang maju pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur tahun 2024.

"Dari hasil survei, Eri Cahyadi elektabilitasnya tinggi, baik posisi calon gubernur maupun wakil gubernur," ujar Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi dalam keterangan pers tertulis yang diterima di Surabaya, Rabu (22/6/2022), dikutip dari Antara, Minggu (26/6/2022).

Survei yang dilakukan di Jatim dilakukan pada 16 Mei 2022 hingga 22 Mei 2022 dengan jumlah sampel responden sebanyak 1.000 orang. Adapun margin of error kurang lebih 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk calon gubernur, nama Eri Cahyadi bertengger di posisi ketiga (9,6 persen) di bawah Khofifah Indar Parawansa (39,8 persen) dan Tri Rismaharini (19,5 persen.

Di bawahnya, ada nama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (9,2 persen), Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (5,8 persen), hingga Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (1,1 persen). "Kemudian ada nama-nama tokoh di Jawa Timur lainnya di bawah 1 persen," ucapnya.

Tak hanya Calon Gubernur, nama Eri juga masuk dua besar dalam bursa calon Wakil Gubernur Jatim dengan tingkat elektabilitas sebesar 13,2 persen. Nama Eri hanya berada di bawah Emil Elestianto Dardak (28 persen).

Di bawah Emil dan Eri, ada sejumlah tokoh di antaranya Ketua Golkar Jatim Sarmuji 3,4 persen, Bupati Lumajang Thoriqul Haq 3,1 persen, Anggota DPR RI Bambang DH 3,1 persen, Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad 3,1 persen, mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas 2,7 persen, dan anggota DPR RI Said Abdullah 2 persen.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved