Bayi Dibiarkan Meninggal

Kejiwaan Ibu yang Biarkan Bayinya Tewas hingga Membusuk Diperiksa, Bila Negatif Kasus Akan Dilanjut

Tes psikologi tersebut, dilakukan sebagai tahapan lanjutan proses pengembangan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Luhur Pambudi
Inilah sosok Eka Sari Yuni Hartini (26), Ibu tega aniaya bayi 5 bulan di Surabaya ini juga ancam bunuh nenek si bayi, tak suka keberadaan sang jabang bayi. (Kolase TribunMadura) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - ESYH (26) tersangka penganiayaan bayi hingga tewas dan membiarkannya membusuk di dalam rumah Jalan Siwalankerto Tengah, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, bakal dites psikologi. 

Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya Kompol Roycke Hendrik Fransisco mengatakan, tes psikologi tersebut, akan dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya, dalam pekan ini. 

Tes psikologi tersebut, dilakukan sebagai tahapan lanjutan proses pengembangan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka hingga menghilangkan nyawa anaknya sendiri. 

Anaknya yang menjadi korban itu, adalah anak kedua dari tersangka, berinisial ADO, dan masih berusia lima bulan. 

"Tentunya polsek sudah bersurat ke Dokkes, dalam hal ini, RS Bhayangkara Surabaya, minta agar pendamping psikiater untuk mengetes kejiwaan dari pelaku tersangka ini," ujarnya ditemui awak media di Mapolsek Wonocolo, Senin (27/6/2022). 

Apabila hasilnya dari tes kejiwaan tersebut mengindikasikan bahwa perbuatan tersangka dilakukan atas suatu bentuk kesadaran yang sehat. Proses penyidikan atas kasus tersebut, akan terus bergulir. 

Bahkan, tidak menutup kemungkinan, dalam berjalannya proses penyidikan, bakal ditemukan tersangka-tersangka baru. 

"Kalau dia sadar, berarti proses penyidikan ini akan kami kebut dalam waktu semaksimal mungkin. Bisa saja muncul tersangka-tersangka baru," jelasnya. 

Namun, manakala hasilnya adalah sebaliknya, bahwa perbuatan kekerasan yang dilakukan tersangka diakibatkan kondisi kejiwaan yang cenderung mengalami gangguan. 

Mantan Kabag Ops Polres Sampang itu mengatakan, penyidik akan melakukan proses gelar perkara lanjutan untuk mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved