Berita Madiun

Keluhan Soal Rencana Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Warga Kalangan ini Jadi Rentan

Pengawasan konsumsi minyak goreng tidak perlu menggunakan Peduli Lindungi karena saat ini sudah menggunakan Simirah

Tribunnews
Ilustrasi minyak goreng curah, tampak para pedagang antre membeli minyak goreng curah pada Operasi Pasar Minyak Goreng Curah yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) dan Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung di Pasar Ciwastra, Jalan Rancasawo, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/3/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Transaksi jual beli minyak goreng kini direncanakan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Rencana tersebut memunculkan beragam respon dari masyarakat.

Satu di antaranya dari agen minyak goreng yang ada di Pasar Besar Madiun.

Pria bernama Yanuar ini mengungkapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi nantinya akan membuat pembeli minyak goreng kesulitan.

"Terlalu ribet, apalagi kalau orang tua kadang tidak membawa handphone karena tidak bisa menggunakannya," kata Yanuar, Kamis (30/6/2022).

Baca juga: Inilah Harga Minyak Goreng Terbaru Kamis 30 Juni 2022 di Indomaret dan Alfamart, ada yang Murah

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


"Kalau beli minyak satu kilogram saja harus gitu persyaratan nya malah tidak jadi beli nanti. Karena merasa keberatan," lanjutnya.


Menurut Yanuar, pengawasan konsumsi minyak goreng tidak perlu menggunakan Peduli Lindungi karena saat ini sudah menggunakan Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).


Aplikasi tersebut sudah terhubung langsung dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).


"Simirah ini sudah menggunakan NIK, jadi saya rusa sudah cukup, karena sudah dikirim ke Kemenperin," ucap Yanuar.


Lebih lanjut, urgensi penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi juga dianggap kurang mendasar, lantaran saat ini kebutuhan sudah tercukupi, dan harga sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).


"Saat ini stok sudah banyak harga juga sudah sesuai HET pemerintah, jadi tidak perlu terlalu diawasi," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved