Persekongkolan Jahat Istri Kades dan PKH Rampas Hak Rakyat Miskin Capai Rp2 Miliar, Sejak 3 Tahun

Adalah SU sang mantan istri klebun itu mengeruk uang negara senilai Rp2 Miliar hak milik rakyat miskin Bersama seorang PKH

Editor: Samsul Arifin
indiatoday.in/Getty
Persekongkolan jahat antara eks istri Kades di Bangkalan bersama PKH keruk jatah warga miskin mencapai Rp2 Miliar 

TRIBUNMADURA.COM - Akal bulus eks istri Klebun (kades) di Kelbung, Kecamatan Galis. Ia memperkaya diri dengan merampas hak-hak warga miskin di Bangkalan bersama seorang Pendamping Keluarga Harapan (PKH). 

Adalah SU sang mantan istri klebun itu mengeruk uang negara senilai Rp2 Miliar. Bersama seorang PKH mengambil, menguasai, dan mencairkan semua kartu milik penerima PKH sejak periode 2017-2021. 

Kasi Intel Kejari Kabupaten Bangkalan, Deddy Franky mengungkapkan, total penerima bantuan PKH dari Kementerian Sosial itu sejumlah 300 orang warga Desa Kelbung, Kecamatan Galis. Setiap pemegang kartu bantuan PKH rata-rata berhak menerima sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta yang dicairkan setiap 3 bulan sekali. 

“Kerugia negara mencapai sekitar Rp 2 miliar. Tersangka MZ selaku pendamping PKH juga memegang beberapa kartu PKH. Kedua tersangka langsung kami tahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan dua kali ini, sebelumnya mereka masih berstatus saksi,” ungkap Deddy.

Selain isteri eks Kades Kelbung dan seorang pendamping PKH, di hari yang sama Kejari Bangkalan juga menetapkan tersangka dan melakukan penahan terhadap Camat Tanjung Bumi berinisial AA dan Kades Tanjung Bumi berinisial MR atas kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi pengerjaan fisik berupa pengaspalan jalan.

“Tersangka SU dan MZ sudah terlebih dulu kami kirim ke tahanan, Kami tahan di kejati, untuk keamanan dan mempermudah proses penyidikan selanjutnya. Dan bisa dimungkinkan ada tambahan (tersangka dan jumlah kerugian negara), kami akan melihat perkembangan berikutnya,” jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved