Berita Bangkalan

Di Balik Kegembiraan 275 P3K Guru Saat Terima SK, Ada Keresahan Selimuti 8.218 THL di Bangkalan

Siti Amanah sebelumnya merupakan bagian dari ribuan tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemkab Bangkalan. Ia adalah guru di salah SD favorit Blega

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Siti Amanah tampak gembira setelah secara simbolis menerima SK P3K Guru dari Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron Guru di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Siti Amanah (45) tidak mampu menyembunyikan kegembiraan usai Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) secara simbolis menyerahkan sejumlah 275 lembar Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) Guru di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan, Kamis (7/7/2022).

Siti Amanah sebelumnya merupakan bagian dari ribuan tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemkab Bangkalan. Ia adalah guru di salah SD favorit di Kecamatan Blega.

Siti layak mendapatkan jenjang karir setelah lolos melalui proses seleksi secara ketat, transparan, akuntabel, hingga gelar uji kompetensi secara online yang dilakukan BKN dan Kemendikbud.

Selaku P3K guru, ia mengaku rela meski harus menempuh perjalanan selama 1 jam mengendarai sepeda motor untuk tiba di tempat mengajarnya, SD Negeri 2 Desa Alasrajah, Kecamatan Blega, sesuai yang ia lamar.

“Alhamdulillah sangat senang sekali, saya berstatus honorer selama 18 tahun atau sejak tahun 2004. Barulah tahun 2022 saya ini diterima pada tahap II,” ungkapnya kepada Surya.

Di balik kegembiraan Siti Amanah beserta ratusan P3K Guru yang baru menerima SK, keresahan menyelimuti sedikitnya 8.218 THL. Dengan rincian, 3.239 THL dengan SK Bupati Bangkalan mulai tahun 2004 dan sisanya, 4.979 honorer adalah pengangkatan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan.

Keresahan ribuan THL itu berawal dari terbitnya Surat Edaran (SE) MenPAN-RB Nomor B/185/M.SM.02.03/2022 tertanggal 31 Mei 2022 tentang Penghapusan Tenaga Honorer. SE tersebut diberlakukan 28 November 2023.

Seorang THL di salah satu OPD Pemkab Bangkalan mengatakan, terbitnya SE tersebut ramai menjadi perbincangan bahkan berujung memicu keresahan di kalangan para THL di Kabupaten Bangkalan.

“Saya juga mendengar, namun belum tahu perkembangannya seperti apa. Apakah akhirnya (THL) diperpanjang atau tidak, saya belum tahu. Namun informasi yang saya terima, para THL akan diarahkan ke jalur CPNS dan P3K,” singkatnya.

Baca juga: Bupati Bangkalan Ra Latif Sambangi Rumah Nelayan Korban Kebakaran, Sejumlah Bantuan Diberikan

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Bangkalan, Agus Eka Leande mengungkapkan, total di Kabupaten Bangkalan yang diangkat dan ditandatangani Bupati Bangkalan sejumlah 3.239 THL. Ditambah 4.979 THL yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan tenaga teknis administrasi.

“Pengangkatan (4.979 THL) nya melalui pejabat berwenang dari Kemenkes dan Kemendikbud. Sehingga totalnya sejumlah 8.218 THL. Kami sudah melakukan upaya dengan melakukan pemetaan dan pendataan terkait dengan jumlah THL di Bangkalan,” ungkap Agus kepada Surya.

Pemetaan dan pendataan itu, lanjutnya, terkait dengan usia dan pendidikan. Hal itu dilakukan karena berhubungan dengan langkah selanjutnya, apakah THL bisa melewati jalur CPNS atau bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun ke atas otomatis melalui jalur P3K.

“Finalnya November 2023. Apakah para THL ini nantinya dapat diangkat menjadi ASN melalui CPNS atau P3K. Ada juga regulasi yang menyatakan dapat diangkat melalui jalur outsourcing dari pihak ketiga,” terangnya.  

Kumpulan Berita Lainnya seputar Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Selain itu, Pemkab Bangkalan terus melakukan upaya kepada jajaran pimpinan dengan harapan paling tidak para THL yang di Kabupaten Bangkalan juga bisa melakukan seleksi secara afirmasi. Artinya, THL yang sudah mengabdi sejak lama bisa diberikan kemudahan untuk lolos sebagai CPNS ataupun P3K.

“Para THL bukan diangkat secara langsung, tetapi mereka akan menjalani seleksi di lingkungan tempat mereka berdinas. Pak Bupati tidak ingin adanya pengangguran di Bangkalan ata dampak dari regulasi itu,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved