Haji 2022

Cerita Jemaah Haji Asal Sumenep Madura yang Wukuf di Arafah, Akui Nyaman dan ada Hikmah yang Didapat

Hairul Anwar mengaku, banyak sekali ilmu dan pelajaran didapat bagi dirinya sendiri yang sadar dan mengakui akan tanda kebesaran Allah SWT.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
Istimewa/TribunMadura.com
Hairul Anwar, salah satu Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Madura pada Jumat (8/7/2022) saat menjalani wukuf di padang Arafah. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Jemaah haji di tanah suci Makkah saat ini sedang melaksanakan ibadah wukuf di Arafah, Jumat (8/7/2022) atau 9 Zulhijjah 1443 Hijriah.

Kabar itu disampaikan oleh Hairul Anwar, salah satu jemaah haji asal Sumenep, Madura yang diterima langsung TribunMadura.com pada pukul 18.44 WIB.

Pengusaha muda asli putra Sumenep ini mengaku, dirinya merasa nyaman menempati tenda di Arafah.

Baca juga: Kisah Jemaah Haji Sumenep, Menjelang Wukuf Bus Shalawat Dihentikan Sementara

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Jemaah berada di Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Bahkan kata Hairul Anwar, dirinya merasa gembira dan siap melaksanakan proses  puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

"Khotbah wukuf di tenda kloter 21 disini, dipimpin langsung oleh KH. Asadi Syarqawi," katanya.

Hairul Anwar mengaku, banyak sekali ilmu dan pelajaran didapat bagi dirinya sendiri yang sadar dan mengakui akan tanda kebesaran Allah SWT.

"Luar biasa kita diberikan pelajaran, kita kembali sebagai manusia, jabatan, kekayaan, status sosial semua ditanggalkan. Tinggal baju saja dua lembar, yaitu kain ihram," tuturnya.

Menurutnya, wukuf di Arafah menjadi puncak dari pelaksanaan ibadah haji.

Dan rangkaian puncak ibadah haji terdiri dari Arafah, Muzdalifah dan Mina atau yang lebih dikenal dengan Armuzna.

"Kegiatan wukuf adalah sholat Jumat berjamaah, khotbah wukuf, berdizikir bersama," katanya.

"Semua berdiri, shaf ketika sholat bersama dengan warna kulit yang beraneka warna. Allah tidak butuh jabatan kita, Allah tidak butuh kekayaan dan status sosial kita. Yang dibutuhkan adalah takwa kita. Keberserahan kita kepada Allah SWT," tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved