Berita Surabaya

Mantan Dosen Universitas Ternama di Surabaya Divonis 9 Bulan, Tak Kembalikan Uang Muka Rp700 juta

Sang dosen ini membatalkan jual beli sepihak dan tidak mengembalikan uang muka Rp 700 juta yang sudah dibayar Nagasaki

Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
TERBUKTI BERSALAH - Udin mantan dosen di PTN ternama di Surabaya divonis 9 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang mantan dosen di PTN ternama di Surabaya harus menerima kenyataan pahit. Sang dosen bernama Udin Panjaitan itu divonis 9 bulan penjara. 

Pria 80 tahun ini dinilai terbukti bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas penipuan jual beli tanah kepada Nagasai Widjaja.

Sang dosen ini membatalkan jual beli sepihak dan tidak mengembalikan uang muka Rp 700 juta yang sudah dibayar Nagasaki.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan," kata ketua majelis hakim Darwanto saat disidangkan di PN Surabaya.

Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum Sulfikar. Jaksa dari Kejari Tanjung Perak tersebut sebelumnya juga menuntut Udin pidana 9 bulan penjara.

"Pertimbangan yang memberatkan sifat terdakwa dari perbuatannya itu sendiri," tambah hakim Darwanto.

Sementara itu, Udin masih belum bersikap terhadap putusan tersebut. Pengacaranya, Ayu Dian menyatakan, pihaknya akan pikir-pikir lebih dulu apakah akan menerima atau mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Dia menghormati putusan majelis hakim yang menyatakan Udin terbukti bersalah menipu Nagasaki.

"Putusan dari majelis hakim sudah kami dengar seperti itu (terbukti menipu). Upaya hukum berikutnya akan kami pikir-pikir lebih dulu," kata Ayu saat dikonfirmasi seusai sidang.

Baca juga: Fakta Baru Ibu Biarkan Bayinya Membusuk di Surabaya saat Jalani Rekonstruksi, Dipukul 2 Kali

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved