Berita Jember

Niat Pulang Kampung, DPO Kasus Pengeroyokan Justru Berakhir di Jeruji Besi, ini Kronologi Kasusnya

Dua dari 10 orang tersangka pengeroyokan ditangkap saat mereka pulang kampung ke rumah mereka di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari, Jember

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Aqwamit Torik
Polsek Sumbersari
Polisi memeriksa tersangka pelaku pengeroyokan di Polsek Sumbersari 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Polisi akhirnya bisa membekuk pelaku pengeroyokan di Kecamatan Sumbersari yang terjadi lebih dari setahun lalu.

Dua dari 10 orang tersangka pengeroyokan ditangkap saat mereka pulang kampung ke rumah mereka di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari, Selasa (12/7/2022) malam.

"Ya, tadi malam dua orang pelaku bisa kami amankan. Mereka sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang," ujar Kapolsek Sumbersari Kompol Sugeng Piyanto, Rabu (13/7/2022).

Sugeng menceritakan, pengeroyokan terjadi pada Februari 2021 di sebuah tempat nongkrong di Kecamatan Sumbersari. Korban pengeroyokan adalah Hariyanto warga Desa Kertosari Kecamatan Pakusari, Jember. Dua hari setelah pengeroyokan, saat masih dalam perawatan intensif, Hariyanto meninggal dunia.

Hariyanto dikeroyok oleh 10 orang. Hariyanto dan ke-10 orang tersebut sama-sama nongkrong di kedai tersebut.

Mereka nongkrong sambil menenggak minuman keras sampai larut malam. Kemudian, salah seorang terduga pelaku pengeroyokan ingin menambah minuman kerasnya namun tidak memiliki uang.

"Mendengar itu, korban yang sudah mabuk nyeletuk, kalau pelaku tidak punya uang tapi mau nambah minum bisa jual motor," tutur Sugeng.

Merasa tidak terima, akhirnya beberapa orang mengeroyok dan menganiaya Hariyanto. Hariyanto mengalami luka parah, sampai akhirnya dirawat di rumah sakit. Namun dua hari dalam perawatan, dia meninggal dunia.

Polisi lantas menyelidiki kejadian tersebut. Namun polisi tidak bisa menangkap terduga pelaku ketika itu.

Sebab, mereka yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan penganiayaan melarikan diri.

Sampai akhirnya, polisi mendengar ada dua orang terduga pelaku berinisial BQ dan HR, warga Kelurahan Antirogo pulang ke rumah mereka.

Polisi pun akhirnya bisa menangkap kedua orang tersebut.

Kedua orang itu selama ini kabur ke Bali.

"Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan intensif, karena terduga pelaku ada 10 orang. Baru dua orang tertangkap. Mereka semuanya kabur, dan masuk DPO," tegas Sugeng.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved