Berita Lamongan

Ditegur Warga Dikira Sedang Tiduran, Ternyata Pria ini Tak Bernyawa di Pematang Sawah

Menurut istri korban, Khuzaroh (55), suaminya punya riwayat penyakit jantung serta pernah dirawat karena sakit tetanus.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanif Manshuri
Dikira tiduran, ternyata Tulus ditemukan meninggal terkapar di tempat ini, Minggu (17/7/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN -  Geger, Tulus (60) warga  Dusun Ringin RT 004 RW 006, Desa Payaman Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur ditemukan meninggal di pematang ladang milik Rubik (57), Minggu (17/7/2022).


Oleh  saksi, Sukarto (57) yang kali pertama mendapati korban terkapar di pematang tersebut diungkapkan, semula ia  menegur korban, lantaran dikira sedang tiduran di pematang ladang milik Rubik yang dinilainya tidak lazim.


"Lus lapo turu ndok kono (Tulus kenapa tidur di situ), " tegur Sukarto.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Pencabulan Santri Jombang Mas Bechi, Bakal Dikawal Ratusan Anggota Polisi

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Karena tidak juga ada respon, Sukarto penasaran dan berusaha mendekati korban. Ketika didekati sembari dicolek agar bangun, tetap tidak ada jawaban.


Saksi memastikannya, dan diketahui ternyata Tulus sudah tidak bernafas alias mati.

"Saya kira tidur-tiduran di ladang milik Rubik, ternyata meninggal," kata Sukarto kepada polisi, Minggu (17/7/2022).


Sukarto kemudian memberitahukan pada warga, kalau Tulus meninggal di pematang ladang milik Rubik.


Temuan itu berlanjut dilaporkan perangkat desa dan Polsek Solokuro. Kapolsek Solokuro,  AKP Supardi didampingi Kanit Reskrim, Iptu Aris Sugianto, Piket SPKT, Bripka Bambang, anggota Koramil Koptu Toni, Satpol PP , Harianto dan perawat Puskesmas Payaman, Sholikin bertandang ke TKP dan mengevakuasi korban.


Dan oleh keluarga, kematian Tulus tidak dipermasalahkan, karena kematiannya disebabkan penyakit jantungnya kambuh.


Menurut istri korban, Khuzaroh (55), suaminya punya riwayat penyakit jantung serta pernah dirawat karena sakit tetanus.


"Kematiannya dianggap wajar, dan pihak keluarga juga tidak bersedia divisum disertai dengan surat pernyataan," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Minggu (17/7/2022). (Hanif Manshuri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved