Bocah Usia 11 Tahun Dibully Dipaksa Setubuhi Kucing, Video Menyebar Hingga Bocah itu Meninggal

Korban diketahui meninggal dunia. Saat masih hidup, korban terlihat sangat ketakutan dan tak mau makan dan minum begitu ditanya soal pelaku

Editor: Aqwamit Torik
shutterstock.com
Ilustrasi kekerasan pada anak 

TRIBUNMADURA.COM, TASIKMALAYA - Bocah berusia 11 tahun dirundung oleh sejumlah pemuda dan dipaksa untuk menyetubuhi seekor kucing.

Diduga ada seorang pelajar SMP yang ikut terlibat dalam perundungan tersebut di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Saat perundungan terjadi, korban dipaksa untuk menyetubuhi kucing sambil direkam oleh para pelaku.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengungkapkan identitas para pelaku yang sudah diketahui berjumlah empat orang.

Baca juga: Dipicu Bau Parfum, Gadis 16 Tahun Dijebak Dua Pemuda di Kebun Sawit Hingga Diperkosa Mantan Pacar

Artikel menarik lainnya di Googlenews Tribun Madura

"Tapi diduga ada 4 orang dan identitasnya sudah diketahui. Seorang di antaranya usianya lebih dari korban, sudah SMP," kata Ato dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/7/2022).

Korban diketahui meninggal dunia. Saat masih hidup, korban terlihat sangat ketakutan dan tak mau makan dan minum begitu ditanya orangtuanya terkait para pelaku.

Ilustrasi kekerasan pada anak
Ilustrasi kekerasan pada anak (shutterstock.com)


"Jadi sesuai keterangan ibu kandungnya, korban sebelum meninggal tak mau membuka siapa para pelaku yang memaksa begitu ke kucing sambil direkam," lanjut dia.

Ato menjelaskan, dalam rekaman asusila korban ke kucing saat dipaksa teman-temannya, terlihat jelas suara para pelaku yang sedang mengolok-olok.

Video berdurasi sekitar 50 detik itu pun akhirnya menyebar lewat pesan dan grup Whatsaap warga sampai akhirnya viral.

"Ibu korban pun mulanya mengetahui dari tetangganya ada rekaman anaknya yang viral sedang dipaksa begitu ke kucing. Dari sana mulai korban depresi tak mau makan dan minum sampai akhirnya meninggal dunia," tambah Ato.

Proses hukum

KPAID Kabupaten Tasikmalaya pun akan melaporkan secara resmi kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) untuk diproses secara hukum pada Kamis (21/7/2022).

Soalnya, kejadian ini sudah menjadi konsumsi publik usai menyebar rekaman video dan akan ditelusuri siapa pelaku yang kali pertama menyebarkan rekamannya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved