Berita Kediri

Ulah Guru yang Lecehkan Sejumlah Muridnya, Bikin Wali Kota Kediri Geram, Minta Oknum Dipecat

Pelecehan seksual ini menimpa sejumlah siswa SD kelas VI di Kota Kediri. Terhadap oknum pelaku, Wali Kota Kediri akan memberhentikan sesuai aturan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Aqwamit Torik
Kompas.com
Ilustrasi - Seorang guru diduga lakukan pelecehan seksual terhadap siswanya 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Tindakan tegas dilakukan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyusul ulah oknum guru yang menjadi pelaku kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu sekolah di Kota Kediri. 

Pelecehan seksual ini menimpa sejumlah siswa SD kelas VI di Kota Kediri.

Terhadap oknum pelaku, Wali Kota Kediri akan memberhentikan sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku. 

Diungkapkan, saat ini proses internal Pemkot Kediri sudah dimulai sejak 3 minggu yang lalu.

Baca juga: Digilir 2 Pria Gadis ini Dieksekusi di Atas Kapal, Termakan Buaian, Pelampung Jadi Saksi Bisu

Artikel menarik lainnya di Googlenews Tribun Madura

 “Saya sudah perintahkan Inspektorat untuk memproses secara intensif,” tandas Abdullah Abu Bakar, Kamis (21/7/2022). 

Dijelaskan, tidak hanya proses pemecatan, Wali Kota Kediri juga mendukung masalah ini diproses sampai ranah hukum. 

Ilustrasi - Pelecehan seksual yang dialami oleh mahasiswi UI
Ilustrasi - Pelecehan seksual (freepik.com)

Karena pelecehan seksual pada anak telah melanggar Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Saya yakin pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian sejalan dengan kita. Mari kita dukung agar kasus ini segera diproses secara hukum,” ungkapnya.

Sementara penanganan kasus dugaan pelecehan seksual ini,  Pemkot Kediri telah membentuk tim yang terdiri dari Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan dan Dinas

Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). 

Walikota Kediri juga mengajak semua pihak untuk berempati dengan cara melindungi identitas korban agar mereka tidak mengalami dampak psikologis dan dampak sosial yang lebih berat.(didik mashudi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved