Berita Bangkalan

Dukung Terwujudnya Pembangunan IISP di Bangkalan, ini Permintaan Ketua Ikatan Keluarga Madura

IISP nantinya akan terhubung dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Ketua Ikatan Keluarga Madura, H Moh Rowi (kiri) bersama Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (tengah) dan perwakilan pimpinan Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura, KH Syafik A Rofii (kanan) dalam forum diskusi bertemakan, ‘Menyambut Percepatan Pembangunan IISP Bersama Ulama, Pengusaha, dan Tokoh Madura’, Jumat (22/7/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Terwujudnya pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kawasan akses Suramadu sisi Bangkalan menjadi perhatian serius Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H Moh Rowi. Pengusaha sukses di Jakarta asal Bangkalan hadir dalam forum diskusi bertemakan, ‘Menyambut Percepatan Pembangunan IISP Bersama Ulama, Pengusaha, dan Tokoh Madura’ di Pendapa Agung Bangkalan, Jumat (22/7/2022).

Pembangunan IISP merupakan Prioritas Satu (P1), salah satu proyek strategis nasional yang ada dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2009 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi. IISP nantinya akan terhubung dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.

“Saya berharap kepada teman-teman media dan LSM, mudah-mudahan dalam waktu singkat untuk membuat situasi yang kondusif. Tolong kita jangan dibuat gaduh untuk 2-3 bulan ke depan, agar Ibu Gubernur merasa nyaman dalam membuat konsepnya dan para pengusaha pun tidak ragu untuk berinvestasi,” tegas H Rowi di hadapan insan pers.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Selain H Rowi, hadir Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif), Asisten Administrasi Umum Pemprov Jatim, Sjaichul Ghulam, MM, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Muhammad Syarif, perwakilan pimpinan Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura, KH Syafik A Rofi'i, Ketua Umum Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) H Moh Rowi.

Selain itu, turut hadir Ketua Dewan Pembangunan Madura, H Ahmad Zaini, mantan Bupati Bekasi, H Achmad Marzuki, Ketua PCNU sekaligus MUI Bangkalan, KH Makki Nasir, Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Sekjen Gerakan Peradaban Indonesia, Harun Al Rasyid, beserta sejumlah tokoh dan pengusaha Madura.

H Rowi menjelaskan, hasil diskusi sore ini telah disepakati karena Perpres 80 sudah dimaktubkan, IISP di Bangkalan akan diperjuangkan. Diharapkan Bupati Bangkalan dan seluruh jajarannya untuk menghadap Ibu Gubernur agar segera ditetapkan lokasinya di sisi kanan akses Suramadu.  

Ketika sudah ditetapkan, lanjutnya, para pengusaha akan mengetahui apa yang akan diperbuat sehingga tidak berbenturan dengan APBN dan APBD. Menurutnya, hal itu penting karena di situ ada keterlibatan pemerintah melalui APBN dan APBD.

“Kami dari komunitas warga Madura yang ada di perantauan akan berhimpun bersama-sama, apa yang bisa diperbuat. Dengan catatan tidak melanggar norma-norma aturan hukum yang ada,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihak IKAMA akan turut mengajak komunitas pengusaha manapun yang peduli dan ingin terlibat dalam pembangunan IISP. Karena didalamnya, berisi bermacam peradaban tentang Islam, baik sejarah para Rasul.

“Kami akan perjuangkan agar ditempatkan di akses suramadu, tentu saja Bapak Bupati dan jajarannya, para ulama dan pengusaha mem back-up. Siapapun akan kita ajak, bukan hanya komunitas IKAMA, namun komunitas manapun yang peduli karena IISP akan menjadi peradaban Islam dunia dengan karakter Syaikhona Kholil,” katanya.

Namun, H Rowi mengingatkan, keberadaan IISP nantinya harus mewakili perkembangan dan pembangunan Islam secara menyeluruh. Pihak Bassra pun akan memfasilitasi dan memikirkan secara akademik hal-hal terkait dengan materi islami.

“Jangan sampai IISP dibangun tetapi tidak ada kegiatan yang sifatnya tidak menyangkut pembangunan islam secara menyeluruh, Karena nanti kita akan melibatkan OKI, menyangkut peradaban dunia,” pungkasnya.

Sementara perwakilan dari Bassra sekaligus Ketua PCNU dan MUI Bangkalan, KH Makki Nasir mengungkapkan, hasil dari diskusi bahwa betapapun besar kemajuan akan menjadi perusak bila tidak di dalamnya tidak dipertimbangkan karakter, etika, dan agama.

“Pembangunan IISP ini semoga mampu membawa kemaslahatan umat, kemaslahatan bersama dan butuh kolaborasi dari semua komponen mulai dari birokrasi, pengusaha  dan para ulama,” singkatnya.  

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron berharap dukungan dari semua elemen masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan. Terutama tentang kondusifitas ketika pelaksanaan pembangunan IISP mulai dilakukan sejak dari pembebasan lahan yang dinilainya komplek.

Dengan keterlibatan sejumlah tokoh di Madura, para ulama, sejumlah stakeholder, para pengusaha yang tergabung dalam IKAMA Company Holding, lanjut Ra Latif, pembangunan IISP diharapkan segera terwujud.

“Kami akan segera menyampaikan hasil dari forum diskusi ini kepada Ibu Gubernur. Kami mohon doa dan supportnya agar bisa terselenggara dengan cepat. Para pengusaha dari luar Madura yang mau berinvestasi, kami membuka tangan,” ungkap Ra Latif. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved