Berita Sumenep

Pengadilan Negeri Sumenep Gelar Sosialisasi Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana, ini Tujuannya

Pengadilan Negeri (PN) Sumenep menggelar sosialisasi "Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana" di wilayah hukumnya pada hari Jumat (22/7/2022).

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
PN Sumenep gelar sosialisasi Gugatan Sederhana pada pihak Perbankan pada Jumat (22/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pengadilan Negeri (PN) Sumenep menggelar sosialisasi "Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana" di wilayah hukumnya pada hari Jumat (22/7/2022).

Sosialisasi ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Mahkama Agung (Perma) No. 4 Tahun 2019 yang diikuti oleh perwakilan Perbankan di Kabupaten Sumenep, Madura.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Sumenep Arie Andhika Adikresna usai acara sosialisasi tersebut.

Baca juga: 1 Kasat dan 3 Kapolsek Jajaran Polres Sumenep Berganti, Kapolres Pimpin Sertijab, Ini Daftarnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Lebih jauh menurutnya, gugatan sederhana atau Small Claim Court yang berdasarkan pada Perma No 4 tahun 2019 tersebut diterbitkan untuk menyempurnakan perma no 2 tahun 2015 yang bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian perkara sesuai asas peradilan sederhana, cepat, biaya ringan.

"Tujuan dari sosialisasi ini agar pihak bank mengetahui sebenarnya bagaimana isi dari Peraturan Mahkama Agung tentang tata cara gugatan sederhana," ungkap Arie Andhika Adikresna.

Pihaknya berharap, dengan terbitnya Perma No. 4 Tahun 2019 itu diharapkan dapat membawa kemudahan bagi para pencari keadilan dalam melakukan upaya pengajuan perkara gugatan sederhana.

Tak hanya itu, proses penyelesaiannya tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Bahkan, hanya 25 hari kerja sudah putus perkara. Dengan catatan bukan perkara sengketa tanah.

"Sehingga masyarakat yang dulunya berpikir bahwa tentang hutang-piutang atau perbuatan melawan hukum itu selesainya bertahun-tahun, sekarang tidak lagi. Cukup 25 hari kerja, sudah bisa dijatuhi putusan oleh hakim. Dan hakimnya pun hakim tunggal," katanya.

Disampaikan bahwa, peraturan tentang gugatan sederhana sudah ada sejak tahun 2015. Hanya saja, menurutnya, kemungkinan saat itu belum terlalu tersosialisasi. Termasuk kepada pihak perbankan.

Selain itu lanjutnya, prosesnya langsung bisa secara e-letigasi dan jauh lebih murah lagi.

Sebab, dengan adanya peraturan tentang gugatan sederhana tersebut, gugatan yang secara perdata dan nilainya tidak sampai Rp 500 juta rupiah dapat diajukan dengan lebih mudah.

"Perma ini sebenarnya sudah sejak tahun 2015, namun ini mungkin kurangnya sosialisasi saat itu dan ini baru pertama disosialisasikan," katanya.

Terpisah, Ruli Agusta dari pihak Bank BRI Sumenep mengaku dan merespon baik adanya sosialisasi tersebut dari PN Sumenep.

"Respon kami bagus, dari perbankan yang dibutuhkan kepastian pelaksanaan gugatan sederhana dan tadi sudah dijelaskan," katanya usai acara.

Ia menambahkan, memang harus ada hasil yang sinegsifikan dari gugatan sederhana dan ini termasuk efek kepada perbankan juga harus jelas dan kepada nasabah yang digugat juga harus jelas.

"Ini sangat membantu kami, paling tidak bisa mengurangi angka kredit macet yang terjadi pada saat ini," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved