Berita Lamongan

Nenek Pamit Mandi, Malah Ditemukan Meninggal di Kolam, Teriakan Anak Korban Bikin Warga Berkumpul

Nenek itu ditemukan  oleh anak kandungnya, Hartatik (54) meninggal dalam kolam dengan posisi tertelungkup di bibir kolam.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanif Manshuri
Olah TKP dilakukan Polsek Lamongan lokasi meninggalnya nenek, Senin (25/7/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Suasana duka menyelimuti anggota keluarga nenek Dukni (82), warga Desa Kramat Kecamatan Lamongan.


Sang nenek yang sudah usia lanjut ditemukan meninggal dalam kolam  barat rumahnya, Senin (25/7/2022).


Ia ditemukan  oleh anak kandungnya, Hartatik (54) meninggal dalam kolam dengan posisi tertelungkup di bibir kolam.


Menurut saksi Hartatik, sebelum kejadian, korban  pamit kepada saksi hendak mandi  di kolan yang  ada di sebelah barat rumah. 


Tak biasanya, hingga 20 menit sejak pamit mandi, nenek Dukni belum juga kembali pulang.


Curiga, Hartatik mencoba mencari ibunya itu ke kolam yang tak seberapa luas miliknya itu.


Betapa kagetnya, Hartatik mendapati orang tua yang melahirkannya itu sudah dalam keadaan meninggal dunia, terapung di bibir kolam.


"Saya teriak aja minta tolong," kata Hartatik.


Teriakan saksi didengar sejumlah tetangganya, dan beberapa tetangga  diantaranya datang ke rumah Hartatik.


Warga melihat Hartati ada di barat rumah, dan sembari menangis saksi memberitahu jika ibunya meninggal di kolam.


Oleh warga korban dievakuasi dan dibawa masuk ke dalam rumah. Sebagin diantara warga melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa.


Perangkat desa melanjutkan ke Polsek Lamongan. Kapolsek Lamongan, AKP M. Fadelan didampingi Pawas Iptu Bambang Siswoyo, Panit III, Ipda Joko Priyanto, Panit IK, Aiptu M. ROZI dan anggota jaga,  Aiptu Budi Utamo, Aipda M. Ariyono, KA SPKT, Bripka Agus S,  Bripka Andik A, Bripka Luthfi A.S, dan Bhabinkamtibmas, Briptu Dziky Arista serta Bidan Desa Endang, Bidan Desa ke ke TKP.


Bidan desa memastikan kalau korban sudah meninggal. "Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan," kata Kapolsek Lamongan, AKP M. Fadelan saat dikonfirmasi Surya.co.id, Senin (25/7/2022) malam ini.


Dugaan korban meninggal karena terpeleset di kolam yang hanya berukuran sekitar  5x2 meter dengan  kedalaman 1,5 meter. 


"Korban sudah sangat sepuh," kata Fadelan.


Menurut anak korban, Dukni  memiliki riwayat sakit Linu pada tulang. Pihak keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan musibah, tidak menuntut kepada pihak manapun serta menolak untuk di lakukan visum di kuatkan dengan surat pernyataan dari pihak keluarga. (Hanif Manshuri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved