Berita Madiun

Imbauan Ketua Umum PSHT untuk Anggota dan Warganya Jelang Peringatan Satu Abad Terate Emas

Menurut Moerdjoko, satu abad Terate emas merupakan momentum perjalanan sejarah PSHT yang harus berjalan baik dan mendapatkan kesan yang baik

TribunMadura.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Moerdjoko Ditemui di GCIO Pemkot Madiun 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Moerdjoko menjamin pelaksanaan Suroan Agung dan Peringatan 100 tahun PSHT atau satu abad Terate emas berlangsung kondusif.


Menurut Moerdjoko, satu abad Terate emas merupakan momentum perjalanan sejarah PSHT yang harus berjalan baik dan mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat.


"Karena ini momen perjalanan sejarah SH Terate harus bisa berjalan baik, sehingga nantinya menjadi catatan sejarah adik-adik kami kedepan," kata Moerdjoko, Rabu (27/7/2022).

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Dalam kesempatan itu, Moerdjoko juga menegaskan PSHT melarang anggota atau warganya menggunakan kendaraan roda dua untuk konvoi saat Suroan Agung maupun peringatan satu abad Terate emas.


"Saat ada acara atau kegiatan, penggunaan atribut organisasi dikenakan di tempat acara kegiatan, bukan di tempat umum," lanjutnya.


Lebih lanjut, Moerdjoko juga telah mengirimkan surat imbauan kepada seluruh pengurus cabang PSHT bahwasanya kegiatan ziarah nyekar di Kota Madiun ditiadakan mulai bulan Juli hingga September 2022.


"Kalau ada yang melanggar kita pulangkan, dan akan ada sanksi untuk cabang kalau ada yang memberi izin, karena untuk ziarah ke Madiun harus ada rekomendasi dari cabang. Sementara kalau tidak ada rekomendasi kami pulangkan," ucap Moerdjoko.


Lebih lanjut, untuk puncak acara satu abad Terate emas akan dilaksanakan pada 2 September 2022.


Pada tanggal tersebut akan ada peresmian monumen 1 abad dilanjutkan festival budaya daerah dan pertunjukan kolosal pencak silat di Padepokan Agung PSHT di Jalan Merak, Kota Madiun.


"Hanya undangan saja yang boleh masuk, warga ataupun anggota yang tidak punya undangan tidak bisa masuk," jelas Moerdjoko.


Pihak PSHT bekerjasama dengan aparat juga akan mengamankan di sekitar lokasi upacara untuk mengantisipasi adanya kerumunan.


"Akan ada skrining mulai dari masuk Kota Madiun sampai masuk Jalan Merak," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved