Berita Gresik

Modus Duda Cabul di Gresik Setubuhi Anak di Bawah Umur, Diminta Temani Anak Tidur Malah Ditunggangi

Pria di Gresik setubuhi anak di bawah umur, Modusnya, anak korban diminta menemani anak terdakwa tidur di rumahnya. 

Penulis: Soegiyono | Editor: Samsul Arifin
shutterstock
Ilustrasi - Duda di Gresik cabuli anak di bawah umur dengan modus temani anaknya tidur 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Terdakwa Korneles Korisen (54), warga Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti - Gresik, dituntut hukuman penjara selama 13 tahun penjara dan denda Rp 50 Juta subsider 3 bulan kurungan,  Rabu (27/7/2022).

Hal itu akibat perbuatannya yang diduga menyetubuhi anak dibawah umur. Modusnya, anak korban diminta menemani anak terdakwa tidur di rumahnya. 

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik Indah Rahmawati dalam sidang secara online dengan Majelis Hakim Fitra Dewi Nasution. Terdakwa dituntut melanggar Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 


Hal - hal yang menjadi pertimbangan jaksa yaitu perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam perlindungan anak. Perbuatan terdakwa merusak masa depan anak, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan terdakwa berbelit-belit dalam persidangan. Sedangkan pertimbangan yang meringankan yaitu terdakwa belum pernah dihukum.


"Menurut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik mengadili terdakwa Korneles Korisen menjatuhkan pidana selama tiga belas tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 Juta subsider tiga bulan kurungan," kata Jaksa Indah Rahmawati.


Dari perbuatan dugaan asusila tersebut, barang bukti berupa sebuah celana dalam, potongan dres motif bunga dan potongan minister dikembalikan ke anak korban dan terdakwa Korneles Korisen membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000. 


Atas tuntutan hukuman berat tersebut Penasihat Hukum YLBH Fajar Trilaksana yaitu Herman Sakti Iman menyampaikan keberatan. Pertimbangannya, perbuatan terdakwa koperatif dalam persidangan, terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 


"Terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum, perlu kami luruskan dan memberikan kontruksi yang seimbang, sehingga Majelis Hakim memutuskan yang sebenar-benarnya dan seadil-adilnya atau seringan-ringannya," kata Herman Sakti Iman.


Sidang yang dipimpin langsung Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik  Fitra Dewi Nasution ditunda pekan depan dengan agenda putusan. 


Diketahui, perbuatan  terjadi Agustus 2021 di rumah terdakwa Desa Gadingwatu Kecamatan Menganti Gresik. Saat itu, istri terdakwa meninggal dunia.

Baca juga: Ketagihan Tubuh Gadis 17 Tahun, Pria Ini Setubuhi 3 kali, Modus Diajak Mabar saat Ortu Sakit

Kumpulan Berita Lainnya seputar Gresik

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Kemudian, meminta anak korban yang sudah usia 12 tahun untuk menemani tidur anak terdakwa yang masih usia 9 tahun. 


Ternyata, saat anak korban terlelap tidur, terdakwa melakukan aksi hubungan badan layaknya suami istri. Anak korban yang masih tetangga, dijanjikan akan dijadikan istri dan  diberi surat tanah, sehingga anak korban tidak melawan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved