Berita Surabaya

Komplotan Maling Ini Ternyata Mantan Pegawai, Curi Tiang Fiber Sakit Hati Karena Gaji Tak Dibayar

Modusnya, komplotan tersebut menyaru sebagai petugas perusahaan yang bertanggung jawab atas fasilitas tiang fiber tersebut

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
tiang fiber internet di Jalan Raya Made RT 01 & 02 RW 03, Made, Sambikerep, Kota Surabaya, saat disita Tim Antibandit Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya, Senin (26/6/2022) siang. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lima orang komplotan maling tiang fiber internet di Jalan Raya Made RT 01 & 02 RW 03, Made, Sambikerep, Kota Surabaya, ditangkap Tim Antibandit Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya, Senin (26/6/2022) siang. 


Mereka adalah Aris (20) warga Kasiman, Bojonegoro; Musoli (27) warga Kapas, Bojonegoro; Rucianto (29) warga Kasiman, Bojonegoro. 


Kemudian, David Dwi Hermanto (21) warga Kasiman, Bojonegoro; dan, Doni Dhamara (28) warga Kasiman, Bojonegoro. 


Modusnya, komplotan tersebut menyaru sebagai petugas perusahaan yang bertanggung jawab atas fasilitas tiang fiber tersebut.


Dengan cara demikian, komplotan tersebut dapat leluasa mencopot tiang fiber di kawasan jalan tersebut, menggunakan cangkul lalu mengangkutnya ke mobil pickap sarana aksi yang mereka bawa. 


Namun, belum juga sempat membawa kabur tiang fiber curian tersebut. Aksi komplotan tersebut dicurigai pihak pengurus RT setempat lantaran aktivitas pembongkaran yang dilakukan mereka tak berizin. 


"Aris menggali tiang fiber star menggunakan linggis, lalu tiang diikat menggunakan tali tambang kemudian dinaikkan ke mobil pickup," ujar Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Kompol Hakim, Jumat (29/7/2022). 


Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Ipda Bambang Setiawan mengungkapkan, kelima tersangka itu baru satu kali melakukan pencurian tiang fiber. 


"Mereka mantan pekerja di pemasangan tiang itu. Alasanya nekat mencuri karena sakit hati pekerjaannya belum dibayar," ungkap Ipda Bambang.

Baca juga: Pelajar Tewas Usai Tabrak Penyebrang Jalan di Surabaya, Diduga Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Bambang melanjutkan, tersangka dalam menjalankan aksinya menyewa mobil pikap berangkat dari Bojonegoro. 


Mobil tersebut disewa dari seseorang dengan biaya Rp300 ribu. 


"Mereka kami kenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved