Berita Bangkalan

Banjir Perkara Korupsi, Kejari Bangkalan Kebut Duluan Berkas Dakwaan Korupsi APBDes Melibatkan Kades

Kejari Kabupaten Bangkalan tengah mengebut berkas dakwaan terkait perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Karang Gayam

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Bangkalan mengawal empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi APBDes Karang Gayam TA 2016 ketika hendak dilimpahkan ke Kejari Bangkalan, Jumat (15/7/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangkalan tengah mengebut berkas dakwaan terkait perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Karang Gayam, Kecamatan Blega Tahun Anggaran 2016. Dengan harapan, kasus dugaan korupsi berjamaah oleh Kepala Desa (Kades) aktif setempat berinisial MH (46) segera disidangkan.

 

MH saat ini berada di balik jeruji Rutan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya bersama tiga kroninya; mantan Pj Kades Karang Gayam tahun 2016 berinisial RS (57), mantan Bendahara Desa Karang Gayam tahun 2016 berinisial ZA (50), dan pensiunan PNS sekaligus mantan Sekretaris Desa Karang Gayam tahun 2016 berinisial Selanjutnya, US (62).

 

“Berkas-berkasnya sudah lengkap. Ini sedang kami kebut untuk proses pembuatan dakwaan sehingga bisa lebih cepat disidangkan di Pengadilan Tinggi Surabaya,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bangkalan, Hendrawan, Selasa (2/8/2022).

 

Seperti diketahui, proses penyidikan hingga pelimpahan keempat tersangka berikut sejumlah barang bukti atas perkara dugaan penyelewengan APBDes Tahun Anggaran 2016 itu sebelumnya dilakukan Satreskrim Polres Bangkalan. Kerugian negara senilai Rp 587.339.400 dari total anggaran Rp 1,06 miliar yang disediakan.

 

Adapun barang bukti yang disita terdiri dari dokumen laporan pertanggungjawaban DD dan ADD APBDes Karang Gayam tahun anggaran 2016, Perdes tentang APBDes Karang Gayam tahun anggaran 2016, dokumen-dokumen terkait pencairan APBDes Karang Gayam tahun anggaran 2016.

Termasuk dokumen-dokumen terkait SK pengangkatan jabatan Pj Kades, Bendahara Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua BPD Karang Gayam tahun 2016, serta uang tunai senilai Rp 150.000.000. Tersangka kades aktif berinisial MH kala itu tercatat menjabat Ketua BPD Karang Gayam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved