Berita Bangkalan

Banjir Perkara Korupsi, Kejari Bangkalan Kebut Duluan Berkas Dakwaan Korupsi APBDes Melibatkan Kades

Kejari Kabupaten Bangkalan tengah mengebut berkas dakwaan terkait perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Karang Gayam

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Bangkalan mengawal empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi APBDes Karang Gayam TA 2016 ketika hendak dilimpahkan ke Kejari Bangkalan, Jumat (15/7/2022) 

Para perangkat desa dan Ketua BPD Karang Gayang yang masih dijabat tersangka MH tidak mengetahui tugas dan tanggung jawab dalam hal pengelolaan APBDes dan turut serta melakukan pengelolaan tanpa pertanggung jawaban yang jelas, tidak membelanjakan kegiatan, banyak melakukan kegiatan fiktif, pembelanjaan fiktif.

“Begitu rampung langsung dilimpahkan karena masih banyak perkara tindak pidana korupsi yang tengah kami tangani,” tegasnya.

Selain kasus tersebut, Kejari Bangkalan tengah menyiapkan berkas dakwaan kasus dugaan korupsi lain seperti dana bantuan untuk warga miskin berupa Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial periode 2019-2021 dengan kerugian negara mencapai Rp 2 miliar.

Perkara ini menyeret mantan isteri Kades Kelbung, Kecamatan Galis berinisial SU,  pendamping PKH tingkat desa 2017-2018 berinisial MZ, pendamping PKH tingkat desa 2019-2021 berinisial AM, seorang perempuan tanpa jabatan berinisial SI, dan pendamping PKH kecamatan berinisial AGA.

Kejari Bangkalan juga tengah disibukkan dengan pembuatan dakwaan kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa atau APBDes Tanjung Bumi tahun anggaran 2021. Kasus ini menyeret Camat Tanjung Bumi berinisial AA serta Kades Tanjung Bumi berinisial MR.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Kejari Bangkalan merilis ada sejumlah tujuh titik pekerjaan pengaspalan dengan pembiayaan yang bersumber dari Dana Desa. Sejumlah 4 pekerjaan di antaranya dilaksanakan pada tahun 2022 dan sejumlah 3 pekerjaan lainnya dilakukan pada tahun 2021. Ditemukan kerugian negara senilai Rp 300 juta. (edo/ahmad faisol)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved