Berita Bangkalan

Demi Tekan Angka Kriminalitas, Kapolres Bangkalan Bikin Grup WA Cak Madura, ini Harapannya

Terobosan dengan membuat grup WhatsApp (WA) bernama Cegah Aksi Kriminalitas Dengan Upaya Bersama atau disingkat Cak Madura.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono (tengah) bersama Kasat Narkoba Iptu Muhlis Sukardi dan Kasi Humas Iptu Sucipto 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Ketegasan Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono dalam upaya memberangus para pelaku tindak kriminal memang tidak perlu diragukan. Ia tidak segan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Tembak di tembak di tempat seperti yang diterima tiga dari lima pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).  

Namun Wiwit merasa upaya untuk meminimalisir angka tidak kriminal seperti curanmor, pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian dengan pemberatan (curat) tidak cukup dengan sebatas tindakan represif namun juga diperlukan upaya preventif.

Perwira polisi berpangkat dua melati di pundak kelahiran Jakarta 1982 itu lantas melakukan terobosan dengan membuat grup WhatsApp (WA) bernama Cegah Aksi Kriminalitas Dengan Upaya Bersama atau disingkat Cak Madura.

Baca juga: Target UHC Tercapai, Peserta Baru BPJS PBI di Sampang Tak Perlu Menunggu Sebulan Untuk Memanfaatkan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

“Cak Madura dibuat seminggu lalu, sebuah inovasi untuk mengakomodir maraknya curat, curas, curanmor, hingga kepemilikan senjata api di Kabupaten Bangkalan. Di grup WA Cak Madura nantinya berisikan para kepala desa serta para kepala dusun se Kabupaten Bangkalan,” ungkap Wiwit, Kamis (4/8/2022).

Ia menjelaskan, dalam perkembangannya grup WA Cak Madura nantinya bisa saja terbagi menjadi beberapa grup per polsek. Itu dilakukan untuk lebih memudahkan koordinasi sekaligus menghindari penumpukan informasi-informasi dari seluruh desa.

“Sehingga semua akan terakomodir untuk membangun keguyuban, menggugah rasa saling memiliki antar masyarakat dan polri tentang kamtibmas melalui Cak Madura. Karena memang keamanan di tengah masyarakat bukan semata tugas polri namun ada juga keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Sekedar diketahui, tindak kriminal seperti curat meningkat 100 persen selama periode 2018-2019. Di mana pada tahun 2018 dilaporkan sebanyak 36 kasus, 24 kasus di antaranya telah terselesaikan. Sedangkan di tahun 2019 dilaporkan sebanyak 72 kasus, 44 kasus di antaranya terselesaikan.

Wiwit berharap, inovasi Grup WA Cak Madura bisa memberikan manfaat di masa mendatang. Apalgi, lanjutnya, masyarakat Bangkalan akan dihadapkan pada gelaran pilkades serentak tahap II.

“Kita harus benar-benar tahu kondisi dari setiap desa. Dari anggota Grup WA Cak Madura nantinya kita bisa mengetahui jika ada riak-riak kecil, kita cepat mengantisipasi atau jika ada api kecil kita cepat memadamkannya sehingga tidak keburu membesar,” harapnya.

Direncanakan, lanjut Wiwit, setiap sebulan sekali Polres Bangkalan akan memilih dan menghadirkan orang-orang yang aktif untuk menerima reward. Apalagi bisa memberikan info positif bagi polri.

“Itupun apabila yang bersangkutan bersedia menerima reward, kami akan memanggilnya. Namun terkadang ada juga yang tidak ingin namanya terdengar orang lain bahwa yang bersangkutan memberikan informasi,” pungkasnya.

Ia menjadwalkan akan turun ke polsek-polsek untuk mengumpulkan para kepala desa berikut para aparaturnya guna membahas masalah menjaga keamanan bersama melalui inovasi Cak Madura.

“Baru seminggu saya buat grup WA itu, alhamdulillah sudah banyak yang berpartisipasi. Kami cek ke beberapa desa, sebagian sudah antusias gabung grup WA Cak Madura. Tetapi saya belum sempat menyapa mereka secara keseluruhan, rencana minggu depan,” pungkas mantan Kapolres Pacitan itu. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved