Berita Madiun

Niat Cari Istri di Sawah Kakek Hilang di Hutan Desa, Istri yang Dicari Kembali, BPBD Kesulitan Cari

hilangnya korban bermula saat korban berniat mencari istrinya di sawah yang berbatasan dengan hutan pada Sabtu pagi

Istimewa/TribunMadura.com
Petugas dari Basarnas, BPBD Kabupaten Madiun dan Relawan Mencari Boimin (68) di Hutan Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Cari istrinya Kakek hilang di hutan (kolase Tribun Madura) 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Seorang kakek di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun dilaporkan hilang di kawasan hutan desa setempat sejak Sabtu (13/8/2022).

Mirisnya istri sudah kembali, si kakek justru hilang di hutan


Hingga Selasa (16/8/2022) korban, Boimin (68) belum ditemukan. 


Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun, Kukuh Yoso Kuncoro mengatakan kronologi hilangnya korban bermula saat korban berniat mencari istrinya di sawah yang berbatasan dengan hutan pada Sabtu pagi.


"Istrinya kembali ke rumah tapi suami justru tidak kembali," kata Kukuh, Selasa (16/8/2022).


BPBD Kabupaten Madiun mendapatkan laporan hilangnya korban pada Minggu (14/8/2022).


Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti dengan mencari keberadaan korban pada Senin (15/8/2022).


"Pencarian pada hari pertama melibatkan 20 personel dengan melibatkan BPBD Kabupaten Madiun dan sejumlah relawan," ucap Kukuh.


Karena tidak ditemukan, pencarian dilanjutkan hari Selasa (16/8/2022) dengan melibatkan Basarnas, BPBD Kabupaten Madiun, dan relawan.


"Pada hari kedua ini personel kita tambah menjadi 25 personel," lanjutnya.

Baca juga: Bus Sugeng Rahayu Kecelakaan Beruntun di Madiun saat Dini Hari, 1 Motor Terbakar 2 Orang Tewas,

Kumpulan Berita Lainnya seputar Madiun

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Menurut Kukuh, satu-satunya kendala dalam pencarian korban adalah luasnya wilayah hutan dan banyaknya cabang jalan di tengah hutan.


"Medan pencarian tidak terlalu berat dan bisa dilewati juga oleh roda dua milik petani, cuaca juga mendukung, kendalanya hanya wilayah hutan yang luas dan informasi dari masyarakat yang simpang siur," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved