Berita Malang

Pelatih Taekwondo Ajak Hubungan Badan Murid saat Berusia Belasan Tahun, Kini Ditetapkan Tersangka

Korban mengaku dipaksa diajak melakukan hubungan badan dari pelaku. Bahkan, korban juga mengutarakan jika dirinya mendapati pelecehan seksual

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Oknum pelatih taekwondo asal Gondanglegi, Malang berinisial MR (25) ditetapkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang sebagai pelaku kasus dugaan pelecehan seksual, Senin (15/8/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Oknum pelatih taekwondo asal Gondanglegi, Malang berinisial MR (25) ditetapkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang sebagai pelaku kasus dugaan pelecehan seksual, Senin (15/8/2022).

Korban mengaku dipaksa diajak melakukan hubungan badan dari pelaku. Bahkan, korban juga mengutarakan jika dirinya mendapati beberapa cobaan pelecehan

MR diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap ES yang tak lain adalah muridnya. ES mendapati pelecehan seksual tersebut ketika berusia 16 tahun. Saat ini, korban berusia 20 tahun.

Kasus ini sendiri mencuat ke publik sejak Januari 2022.

"Secara modus operandi, pelaku melakukan perbuatan tersebut dengan cara mengajak korban untuk berhubungan badan, dengan memberikan janji manis dan iming-iming untuk menikahi korban," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi ketika dikonfirmasi pada Selasa (16/8/2022).

Menurut polisi, pelaku dan korban sebelumnya merupakan sepasang kekasih yang bersama-sama berlatih beladiri taekwondo yang ada di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.

Korban yang tak terima ajakan pelaku kemudian mengadukan perisitiwa yang ia alami ke atasan club taekwondo yang menaungi korban.

Dalam keteranganya, korban mengaku dipaksa diajak melakukan hubungan badan dari pelaku. Bahkan, korban juga mengutarakan jika dirinya mendapati beberapa cobaan pelecehan.

"Korban menolak ajakan pelaku, dan sempat mengadu kepada atasan club taekwondo mereka" tutur Donny.

Polisi kemudian menemukan fakta jika ada tindak percobaan pelecehan juga dilakukan MR kepada rekan-rekan korban.

Baca juga: Dosa Guru Ngaji di Mojokerto, Puluhan Kali Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 3 Muridnya, Dipijat

Kumpulan Berita Lainnya seputar Malang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Pelaku sempat diskorsing oleh ketua KONI untuk melatih, namun sampai saat ini ia masih melatih taekwondo," imbuh Donny.

Kata Donmy, polisi telah melakukan pemeriksaan TKP, memeriksa saksi-saksi dan mengantarkan korban untuk melakukan Visum ET Repertum atau VER.

Donny menerangkan, selain telah melakukan penahanan kepada tersangka, penyidik juga telah melengkapi pemberkasan dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.

"Atas perbuatannya, ia (pelaku) dikenakan pasal 81 Jo 76D Sub pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak" tutup Donny.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved