Berita Bangkalan

3 Kecamatan di Bangkalan Gelap Sebab Layangan, Listrik di di Jaringan PLN 20 kV Alami Gangguan

Padamnya listrik akibat layangan itu tidak hanya terjadi di Desa Keleyan tetapi juga menimpa desa-desa lainnya di Kecamatan Socah

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Petugas Layanan Teknik ULP PLN Kabupaten Bangkalan melakukan pengamanan layangan sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan terhadap jaringan kabel listrik 20 kV, Senin (22/8/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Suara ledakan di selatan Polsek Socah diikuti padamnya aliran listrik, Senin (22/8/2022) sekitar pukul 05.48 WIB membuat Petugas Pelayanan Teknik ULP PLN Kabupaten Bangkalan bekerja ekstra keras. Penelusuran atas laporan warga itu menemukan sebuah layangan mendarat darurat di jaringan kabel 20 kV.

Padamnya listrik akibat layangan itu tidak hanya terjadi di Desa Keleyan tetapi juga menimpa desa-desa lainnya di Kecamatan Socah seperti Desa Jaddih, Bilaporah, dan Desa Bulu. Bahkan listrik padam juga terjadi di Kecamatan Kota Bangkalan.

Manajer ULP Kabupaten Bangkalan, Hari Purnomo mengungkapkan, pihaknya juga mendapatkan laporan dari warga Kecamatan Burneh atas keberadaan layangan yang jatuh menimpa jaringan listrik di Desa Langkap sekitar pukul 07.00 WIB.

“Kami memulai penelusuran dari titik ledakan di selatan Polsek Socah. Ternyata ada dua titik ditemukan layangan jatuh di jaringan kabel 20.000 Volt, di Desa Keleyan Kecamatan Socah dan di Pasar (Desa) Langkap Kecamatan Burneh,” ungkap Hari kepada Surya.

Sejak pagi, Petugas Layanan Teknik ULP PLN Bangkalan mulai melakukan serangkaian upaya normalisasi jaringan kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) sekaligus mengevakuasi dua layangan di dua titik berbeda; Desa Keleyan dan di depan Pasar Langkap.  

Pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan di beberapa kawasan di Kecamatan Socah, Kecamatan Burneh, dan di Kecamatan Kota Bangkalan kembali normal sepenuhnya menjelang waktu Dzuhur.  

Baca juga: Coretan Pungli di Wisata Eksotis Bukit Jaddih Telah Sirna, Pengunjung Semakin Ramai, Merasa Nyaman

Kumpulan Berita Lainnya seputar Madura United

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Selain lebih mengintensifkan kembali sosialisasi tentang bahaya bermain layangan di dekat jaringan listrik, Hari juga mengimbau masyarakat untuk turut peduli menjaga jaringan listrik dari gangguan seperti layangan dan ranting-ranting pepohonan.

“Layangan itu dipanjer, tidak diturunkan ditinggal pemiliknya. Mungkin karena pada pagi atau dini hari tidak ada angin, akhirnya layangan turun dan menimpa jaringan listrik 20 kV. Mohon kerjasamanya untuk saling menjaga,” pungkas Hari.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved