Berita Sumenep

Komisi III DPRD Sumenep Komentari Minimnya Anggaran Perbaikan Jalan Rusak, Ungkap Kekecewaan Warga

Belakangan ini tak sedikit warga Sumenep yang mengeluhkan karena kondisi jalan rusak. Sehingga, sebagian dari mereka ada yang memperbaiki sendiri

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/M RIFKY EDGAR
ilustrasi jalan rusak 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Banyaknya infrastruktur jalan rusak di wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura mendapat sorotan dari anggota komisi III DPRD Sumenep.

Bahkan, belakangan ini tak sedikit warga Sumenep yang mengeluhkan karena kondisi jalan rusak.

Sehingga, sebagian dari mereka ada yang memperbaiki sendiri secara swadaya.

Alasannya cukup singkat, karena tidak kunjung ada tindakan dari pemerintah daerah.

"Kalau jalan rusak itu banyak, nah jalan rusak itu bisa membahayakan keselamatan para pengendara. Apalagi saat hujan di malam hari dan lubangnya dalam-dalam. Itu bahaya," kata Dul Siam, Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Pengunjung Kafe Kaget Digerebek Polres Pamekasan Akibat Main Judi Online Slot, Benda ini Diamankan

Berita menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Politisi DPC PKB Sumenep ini menyebutkan, bahwa kondisi jalan rusak hampir terjadi di semua wilayah Kecamatan, bukan hanya di daratan saja, melainkan juga terjadi kepulauan.

Rusaknya kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki itu katanya, akan bertambah parah bila terus dibiarkan begitu saja. Bahkan bisa tambah membahayakan pengguna jalan.

"Dari 1600 Kilometer, jalan yang rusak berat di Kabupaten Sumenep ada sekitar 60 sampai 65 persen," terangnya.

Tidak heran katanya, jika warga gotong royong memperbaiki jalan rusak dan bukan semata-mata karena kelebihan uang.

Melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur dan bentuk protes secara halus kepada pemerintah.

"Itu merupakan luapan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah karena tidak sigap dan tanggap untuk memperbaiki jalan rusak, katanya.

"Nunggu perbaikan dari pemerintah tidak jelas, sementara jalan sering mengakibatkan kecelakaan, makanya masyarakat berinisiatif sendiri. Seharusnya itu segera direspon, diindentifikasi dan menginventarisir mana jalan-jalan parah yang perlu diperbaiki," paparnya.

Legislator kepulauan ini berharap, dengan segala keterbatasan anggaran, maka Pemkab Sumenep diminta segera bertindak cepat meski perbaikan jalan tidak bisa selesai dalam satu tahun.

"Kita di DPRD siap membackup, karena  kita semua memiliki keinginan yang sama agar jalan-jalan rusak tersebut cepat teratasi dengan baik,"atanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved