Berita Pamekasan

Disdikbud Pamekasan Matangkan Realisasi Kurikulum Merdeka, Ini Upaya yang Dilakukan

Pihaknya gencar melaksanakan pelatihan kepada guru di sekolah-sekolah hingga tingkat kecamatan agar kurikulum tersebut dapat segera terealisasi. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini mengungkapkan realisasi Kurikulum Merdeka 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Madura, sosialisasi secara masif terhadap semua guru di sekolah yang berada di bawah naungannya perihal penerapan kurikulum merdeka tahun 2022.


Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini mengatakan, kurikulum merdeka ini merupakan keharusan bagi sekolah untuk melaksanakannya sebagai upaya memperbaiki proses kegiatan belajar mengajar demi out put pendidikan di Indonesia sebagaimana cita-cita Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.


Pihaknya gencar melaksanakan pelatihan kepada guru di sekolah-sekolah hingga tingkat kecamatan agar kurikulum tersebut dapat segera terealisasi. 


Hal itu sebagai bentuk komitmen memajukan pendidikan di Pamekasan.


"Kita sekarang mengadakan pelatihan terus, hampir setiap hari kepada semua guru. Seperti work shop, seminar, dan lain-lain, supaya kurikulum merdeka itu secepatnya diterapkan di semua sekolah," kata Akhmad Zaini, Kamis (25/8/2022).


Mantan Kabag Kesra Setdakab Pamekasan ini mengaku optimis, kurikulum merdeka di daerahnya dapat terealisasi pada semua sekolah pada tahun 2022. 


Mengingat sosialisasi dan pelatihan telah masif dilakukan hingga tingkat kecamatan.


Di samping itu pengawas memberikan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.


"Kami optimis, tahun 2022 semua sekolah sudah bisa menerapkan kurikulum merdeka. Karena kami melaksanakan sosialisasi dan pelatihan itu per kecamatan," ujarnya.


Sebagaimana dikutip dari web resmi Kemendikbudristek Direktorat Sekolah Dasar, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. 


Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.


Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.


Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.


Zaini berharap, semua sekolah pada tahun 2023 bisa melaksanakan kurikulum merdeka tersebut secara keseluruhan. 


Tidak ada lagi lembaga pendidikan yang tetap menggunakan kurikulum lama.


"Kami berharap sekolah segera melaksanakan kurikulum merdeka ini, supaya tahun 2023 mendatang sudah tidak ada yang tersisa," harapnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved