Berita Madiun

Duda Cabul Hamili Gadis Hingga Lahirkan Bayi Prematur di Toilet, Ngaku Diajak Korban Berhubungan

Dudamenyetubuhi anak di bawah umur berinisial Mawar hingga hamil dan melahirkan anak prematur yang kemudian meninggal dunia.

TribunMadura.com/Sofyan Arif Candra
Duda cabul hamili gadis hingga lahirkan bayi prematur di toilet, bayi meninggal. Tersangka mengaku diajak korban 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Duda Cabul nan Keji hamili Gadis hingga lahirkan Bayi Prematur di Toiltet lalu meninggal, Polres Madiun meringkus pelaku persetubuhan anak di bawah umur.

Fuad Subiyanto (38) menyetubuhi anak di bawah umur berinisial Mawar hingga hamil dan melahirkan anak prematur yang kemudian meninggal dunia.

Ia mengaku namun Mawar justru mengajak Fuad ke Telaga Ngebel lalu terjadi hubungan suami istri tersebut.


Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Danang Eko Abrianto menjelaskan kasus tersebut bermula saat Polres Madiun mendapatkan laporan adanya anak di bawah umur yang melahirkan bayi prematur di toilet rumah neneknya pada 4 Juli 2022, pukul 05.00 WIB.


Bayi perempuan tersebut sempat dilarikan ke RSUD Dolopo namun tidak tertolong.


"Berdasarkan keterangan korban bahwa bayi yang dilahirkan hasil hubungan badan dengan yang bersangkutan (Fuad)," kata Danang, Kamis (25/8/2022).


Fuad yang merupakan warga Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun sendiri ketakutan begitu mengetahui Mawar telah melahirkan dan informasi tersebut viral.


"Pelaku melarikan diri dan berhasil kita amankan di Palembang, Sumatera Selatan di rumah temannya yang sudah bekerja di sana," lanjutnya.


Danang mengatakan Fuad merupakan duda anak satu dengan pekerjaan serabutan.


"Dari pengakuan pelaku, ia dan korban merupakan sepasang kekasih walaupun umurnya beda jauh," jelas Danang.

Baca juga: Detik-detik Pria Cabul Diamankan Polisi, Setubuhi Gadis di Semak Sepulang Ngaji, Kepergok Orang Tua

Kumpulan Berita Lainnya seputar Madiun

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Pelaku dan korban yang masih pelajar sudah melakukan hubungan suami istri sebanyak 7 kali dalam periode Desember 2020 sampai Juni 2022.


"Modusnya pelaku melakukan tipu muslihat serangkain kebohongan, membujuk dan memaksa korban untuk melakukan perbuatan tindak pidana persetubuhan dan/atau pencabulan," kata Danang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved