Berita Sidoarjo

Mobil ELF Dimodifikasi Demi Bisa Tampung Banyak BBM Bersubsidi, Aksi Penyelewengan Akhirnya Terendus

BBM bersubsidi itu akan dijual kembali, namun aksi penyelewengan itu berhasil terbongkar. Pelaku penyelewengan ini melakukan aksinya di Sidoarjo.

Penulis: M Taufik | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/M Taufik
Mobil Isuzu ELF yang dimodifikasi kini disita oleh Polresta Sidoarjo 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Demi raup untung banyak, sebuah mobil Isuzu ELF dimodifikasi agar bisa menampung banyak BBM bersubsidi saat membeli di SPBU.

Rencananya, bahan bakar itu akan dijual kembali, namun aksi penyelewengan itu berhasil terbongkar.

Pelaku penyelewengan ini melakukan aksinya di Sidoarjo.

Pelakunya memodifikasi mobil Isuzu ELF dengan dua buah tandon, kapasitas masing-masing tandon dapat menampung hingga 1.000 liter, di belakang kursi. 

Baca juga: Kuli Bangunan Nyambi Jualan Pil Koplo, Modus Lakukan Transaksi di Warung Kopi Berujung Bui

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Pelaku membeli Bio Solar bersubsidi menggunakan mobil modifikasi itu. Karena tangkinya sudah ditambah, pelaku pun bisa membeli dalam jumlah banyak. 

“Kasus ini diungkap oleh Satgas Penanganan Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi dari Satreskrim Polresta Sidoarjo. Sekarang masih terus dikembangkan,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (2/9/2022).

Kasus ini bermula dari laporan tentang adanya mobil Isuzu ELF yang memborong pembelian bio solar melebihi kapasitas tangki kendaraan tersebut.

Kemudian polisi melakukan pemantauan di wilyah Sidoarjo barat.

Hasilnya, di SPBU Jalan Ki Hajar Dewantara, Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo polisi berhasil menemukan kendaraan yang dicurigai melakukan penyalahgunaan BBM jenis bio solar tersebut.

“Tim dari Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menemukan mobil yang dicurigai telah melakukan pengisian BBM bio solar melebihi kapasitas tangki di SPBU wilayah Balongbendo, dengan nilai Rp 500 ribu,” urainya. 

Selain itu, dalam pemeriksaan diketahui bahwa kendaraan tersebut telah dimodifikasi.

Tempat duduk belakang mobil Isuzu ELF tersebut telah diganti dengan dua buah tandon, kapasitas masing-masing tandon dapat menampung hingga 1.000 liter.

Dalam perkara ini, polisi juga menangkap dua orang tersangka, yakni sopir berinisial RAS dan M sebagai kernet. Keduanya diamankan saat sedang membeli bio solar senilai Rp 500 ribu.

BBM yang dibeli itu diisikan ke salah satu tandon dalam mobil ELF sebanyak 750 liter. 

Mekanisme pemindahan atau menyedot Bio Solar dari tangki mobil ke dalam tandon tersebut menggunakan pompa listrik yang dihubungkan dengan saklar yang dinyalakan oleh RAS (sopir). Sedangkan M (kernet) yang melakukan pembayaran kepada petugas SPBU.

“Oleh tersangka BBM subsidi bio solar yang dibeli dengan harga Rp 5.150 per liter akan dijual kembali seharga Rp. 7.000 per liter. Dari hasil pemeriksaan, upaya yang dilakukan tersangka saat beli di SPBU tidak ada kerjasama dengan petugas SPBU,” lanjut kapolres.

Dua tersangka dikenakan persangkaan Pasal 40 angka 9 UU No 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja, sebagai perubahan atas Pasal 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak, Bahan bakar gas dan /atau Liquefied Petroleum Gas yang disubsidi Pemerintah. 

Ancaman pidananya, penjara paling lama enam tahun kurungan dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. (ufi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved