Berita Pamekasan

Produk WUB Pamekasan Targetkan Tembus Pasar Mancanegara, Terbukti Songkok Batik Banyak Peminat

produk WUB hasil tangan kreatif warga Pamekasan mampu memenuhi kebutuhan pasar di daerahnya. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Produk WUB songkok batik hasil warga Desa Rekkerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pelatihan usaha yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, saat ini mampu menumbuhkan usaha-usaha baru di tingkat desa.


Beberapa desa telah memiliki usaha baru sesuai potensinya masing-masing.


Mulai usaha sepatu, sandal, songkok, songkok batik, keripik, dan beberapa jenis usaha lainnya. 


Usaha itu mampu berkembang usai mengikuti pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digagas Bupati Baddrut Tamam.


Koordinator Pendamping WUB Pamekasan, Taufikurrahman mengatakan, produk WUB hasil tangan kreatif warga Pamekasan mampu memenuhi kebutuhan pasar di daerahnya. 


Sehingga, segala kebutuhan pasar tidak harus mendatangkan dari luar daerah.


Pihaknya menargetkan, penjualan produk WUB mampu menembus pasar luar negeri, lantaran kualitas produk UMKM Pamekasan tersebut tidak kalah dengan produk daerah lain di Indonesia.


"Karena saat ini sudah banyak permintaan produk WUB dari luar daerah, seperti songkok batik di Desa Rekkerrek, Kecamatan Palengaan yang telah datang dari Kalimantan, Bandung, Jember, dan daerah lainnya. Makanya, kami menargetkan tembus pasar luar negeri," kata Taufikurrahman kepada TribunMadura.com, Jumat (2/9/2022).


Pihaknya juga menargetkan setiap tahun akan menggelar pelatihan khusus masyarakat desa yang berkeinginan kuat memiliki keterampilan usaha baru. 

Baca juga: Pelatihan WUB Pamekasan 2022 Ada Service Mobil hingga Batik Printing, Targetkan 3500 Pengusaha Baru

Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Tahun 2022 ini ada 27 paket pelatihan yang tersedia dengan target 3.500 orang dari 13 kecamatan di Pamekasan.


Adapun jenis pelatihan yang berbeda dengan tahun sebelumnya meliputi pelatihan service mobil, permeubelan, ukir, dan pelatihan batik printing. 


Pelatihan itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Pelatihan WUB dengan strategi desa tematik ini memberikan pelatihan usaha gratis kepada masyarakat, memberikan bantuan alat produksi melalui corporate social responsibility (CSR), bantuan modal dengan bunga nol persen, hingga fasilitasi pemasarannya, baik online maupun offline.


"Harapan kami UMKM di Pamekasan semakin meningkat, sehingga bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dari sumber daya alam (SDA) yang kita miliki mampu dikelola dengan baik menjadi sumber ekonomi," harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved