Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Ajak Toga dan Tomas Jaga Indonesia Dari Dual Hal, Solusi Tekan Peredaran Narkoba

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini meminta tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh agama (toga) untuk menjaga keutuhan negara. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Sabtu (3/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu padu menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).


Menurutnya, Indonesia dengan keanekaragamannya, baik suku, ras dan agama menjadi negara yang indah seakan serpihan surga yang diturunkan Allah ke muka bumi. 


Sebab, Indonesia merupakan negara yang majemuk dan mampu dipersatukan oleh pancasila sebagai dasar negara.

Baca juga: Ketum FORKI Jatim Bekali Kontingen INKADO yang Akan Bertanding di Kejurprov, Singgung Mental Juara

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini meminta tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh agama (toga) untuk menjaga keutuhan negara. 


Salah satunya dengan menekan peredaran narkoba yang telah merasuki semua lini kehidupan masyarakat, tidak melihat pangkat dan jabatan, melainkan narkoba telah merasuk hingga masyarakat akat rumput.


"Kami memohon kepada para kalangan para khatib salat Jumat dan para juru dakwah, untuk menyampaikan ajakan untuk jauhi narkoba yang sangat membahayakan generasi muda masa depan," kata Bupati Baddrut Tamam, Sabtu (3/9/2022).


Pesan dia, anak muda di Pamekasan merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang yang harus dijaga agar tidak terjerumus kepada jurang narkoba. 


Karena, barang haram tersebut akan merusak mereka, baik secara fisik atau mental. 


Bahkan, narkoba ini akan mengancam keberlangsungan Indonesia.


"Ini penting kita perhatikan semua, karena Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi di Indonesia dalam hal peredaran narkoba, dan yang menjadi faktor Jawa Timur tertinggi, karena Madura. Padahal di Kabupaten Pamekasan, masjidnya lebih dari 1000, musala 6000, pesantren 336 pesantren. Makanya, mari bersama-sama menekan peredaran narkoba sesuai dengan peran kita masing-masing," ajaknya.


Selain itu, tambah dia, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat untuk senantiasa merajut kebersamaan, menjaga kesetiakawanan antar sesama agar hidup damai, aman, dan tentram sebagaimana harapan para pendiri Indonesia. 


Mengingat, Indonesia yang kaya akan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya ini berusaha dirusak oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.


Menurutnya, Bangsa Indonesia yang berusaha merusak negaranya sendiri melalui paham yang bertentangan dengan negara, serta tindakannya yang tidak terpuji lainnya merupakan orang yang tidak bersyukur atas nikmat Allah yang luar biasa ini. 


Karena, mereka telah minum air Indonesia, makan hasil bumi Indonesia dan tidur di bumi Indonesia dengan keadaan aman, nyaman, dan tentram.


"Saya mohon kepada para mubhalig, ulama, dua hal ini penting , jaga kerukunan hindari narkoba dan rajut kebersamaan diantara kita sesama bangsa. Menjaga Indonesia ini mudah, dengan tidak meretakkan dan saling membantu diantara kita sudah bisa menjaga Indonesia. Saling mencintai," tutupnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved