Berita Sumenep

Kejari Sumenep Belum Bisa Sebutkan Temuannya dan Mantan Bupati Inisial 'R', yang Rugikan Negara 10 M

Mantan Bupati Sumenep inisial R yang diperiksa pada hari Selasa (30/8/2022) itu sempat heboh dan mengundang pertanyaan.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Mantan Bupati Sumenep inisial R saat diperiksa di lantai dua aula Kejari Sumenep, Sabtu (3/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep tengah melakukan penyelidikan terhadap permasalahan BUMD setempat yang merugikan uang negara 10 miliar.

Bahkan mantan Bupati Sumenep berinisial R itu juga ikut dipanggil dan diperiksa oleh Kejari Sumenep.

Mantan Bupati Sumenep inisial R yang diperiksa pada hari Selasa (30/8/2022) itu sempat heboh dan mengundang pertanyaan.

Karena di Sumenep ini ada dua mantan bupati berisial R dianyaranya bisa saja Ramdlan Sirajd dan Busyro Karim. Sebab, keduanya sama-sama kiai yang namanya ada huruf R dan pernah menjabat Bupati Sumenep sebelum Bupati Achmad Fauzi saat ini.

Kasi Intel Kejari Sumenep Novan Bernadi tidak menyebutkan dua nama mantan bupati tersebut. Hanya menyebut mantan bupati itu inisial R.

Apakah Abuya Busyro Karim atau Ramdhan Sirajd? Novan tetap saja tidak menyebutkan nama lengkapnya dan hanya memberikan inisial R saja.

Alasan semua itu dari kejaksaan lantaran masih dalam tahap penyelidikan hingga hari Sabtu (3/9/2022).

Namun, patut diduga inisial R ini adalah Busyro Karim. Karena saat hari dan tanggal yang sama, sekitar 1 jam sebelum rilis kejaksaan, mantan Bupati Sumenep Busyro Karim keluar dari Gedung kantor Kejari Sumenep.

Apalagi saat keluar dari kantor Kejaksaan Sumenep, Abuya Busyro mengaku dalam rangka koordinasi masalah maulid nabi.

Baca juga: Mantan Bupati Sumenep Diperiksa Kejaksaan Hingga 7 Jam, Kejari Sumenep Masih Bungkam: Rahasia

Ditanya mana ada acara Maulid sekarang, mantan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menjawab dengan senyum dan sambil nyeletuk berat.

"Kalau wartawan yang satu ini sudah bertanya, berat sudah. Ya, dalam rangka memenuhi undangan Kejaksaan. Kalau undangan terkait apa, ya coba tanya ke pihak internal Kejaksaan saja," tuturnya sambil ketawa kecil menuju mobilnya.

Novan Bernadi memastikan , jika penyelidikan ini terkait pengelolaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah BUMD Kabupaten Sumenep. Nanti kalau sudah kasusnya naik ke tahap penyidikan, baru akan terungkap.

"Masih bersifat rahasia," tambah Novan Bernadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved