Berita Pamekasan

Disperindag Pamekasan Komitmen Tindak Gudang yang Curang Beli Tembakau Petani, 20 Pemantau Turun

bila mengacu pada tahun 2021 lalu, hingga selesai pembelian tembakau, tidak ada pemantau yang melaporkan adanya temuan kecurangan

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat salah satu gudang di Pamekasan mulai membeli tembakau milik petani. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura komitmen akan menindak gudang yang main curang dalam pembelian tembakau.


Komitmen ini sebagai wujud membela kesejahteraan petani tembakau di Pamekasan.


Selama pengawasan ke gudang dipastikan tindak bila ada temuan.


Kepala Bidang Pengawasan Konsumen dan Kemeterologian Disperindag Pamekasan, Imam Hidajad mengatakan, akan menindak gudang yang melakukan kecurangan dalam pembelian tembakau.


Kata dia, bila mengacu pada tahun 2021 lalu, hingga selesai pembelian tembakau, tidak ada pemantau yang melaporkan adanya temuan kecurangan dalam pembelian tembakau.


"Fakta di lapangan tidak ada temuan apa pun mengenai kecurangan pembelian tembakau," kata Imam Hidajad, Senin (5/9/2022).


Imam mewanti-wanti terhadap tim pemantau tembakau yang mulai melakukan pemantauan di sejumlah gudang agar segera melaporkan bila ditemukan adanya pelanggaran atau pun kecurangan.
 
Penuturan dia, tugas pemantau tembakau ini memberikan masukan terhadap gudang.


Lain dari itu, juga mencatat laporan mengenai serapan tembakau dan melaporkan ke pengawas bila ditemukan pelanggaran dalam pembelian tembakau.

Baca juga: Harga BBM Naik, Polres Pamekasan Gerak Cepat Turunkan Personel Awasi Sejumlah SPBU

Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


"Kami selaku pengawas yang jumlah terbatas tidak bisa menetap di gudang, laporan yang disampikan pemantau akan ditindaklanjuti oleh pengawas," tegasnya.


Menurut Imam, dibentuknya tim pengawas dan tim pemantau tembakau ini telah diamanatkan dan diatur dalam peraturan daerah (Perda)


Kata dia, jumlah pemantau tembakau sesuai kebutuhan anggaran.


Tahun 2021 lalu jumlah pemantau tembakau sebanyak 50 orang. 


Sedangkan tahun 2022 ini sebanyak 20 orang.


"Kita tim pengawas jumlahnya terbatas, jadi kami dibantu pemantau tembakau," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved