Berita Sumenep

Polres Sumenep Gagalkan Penculikan Dalam Waktu 1,5 Jam, Amankan 6 Orang Begini Kronologinya

Enam orang yang menculik itu menggunakan mobil (Avanza, Mobilio, Innova) warna hitam saat menculik S

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Enam orang pelaku penculikan sama-sama asal Kota Bangkalan ini ditangkap polisi, Minggu (4/9/2022) pukul 19.00 WIB. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Satreskrim Polres Sumenep berhasil menggagalkan Tindak Pidana Penculikan terhadap korban S (43) Laki-Laki alamat Desa Lapa Laok Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Madura.

Pelaku sebanyak enam orang, diantaranya bernama SE (46) LK, Swasta, Desa Aengtabar Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, MH (35) LK, Swasta Desa Aengtabar Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, HL (25) LK, Swasta Desa Aengtabar Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, MR (38) LK, Tani, Desa Aengtabar Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, SY  (24) LK, Swasta, Desa Bukkol Kecamatan Kokop Kab Bangkalan dan MH (50) LK, Swasta Desa Aengtabar Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentrik mengatakan pelaku saat ini sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Sumenep untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Benar, pelaku saat ini sudah diamankan di Satreskrim Polres Sumenep," kata  Kapolres Sumenep pada Senin (5/9/2022).

Peristiwa itu berawal pada hari Minggu tanggal 4 Septembe 2022 pukul 19.00 WIB saudara Aan (menantu korban) menghubungi Kanit Reskrim Polsek Dungkek Via telp bahwa Bapak Mertuanya an. S itu telah diculik oleh orang yang tidak dikenal.

Enam orang yang menculik itu menggunakan mobil (Avanza, Mobilio, Innova) warna hitam saat menculik S.

Dari informasi itu, Kanit Reskrim melaporkan kejadian tersebut ke Kasat Reskrim Polres Sumenep dan Kasat Reskrim memerintah tim Resmob untuk melakukan penghadangan serta pengejaran kendaraan tersebut.

Selain itu juga langsung berkordinasi dengan Sat Lantas serta Polsek Jajaran wilayah pantura.

Selanjutnya, Tim Resmob mencurigai Mobil Mobilio warna abu-abu metalik dan nopol belum terdeteksi sehingga Kanit Resmob menghubungi anggota Polsek Pasongsongan untuk melakukan penghadangan terhadap setiap mobil yang melintas.

Baca juga: Polres Sumenep Akan Tindak Tegas Penimbunan BBM Setelah Resmi Mengalami Kenaikan Harga

"Kemudian anggota Polsek Pasongsongan dan anggota Koramil Pasongsongan bersama masyarakat melakukan penghadangan di Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep," ungkapnya.

Dimana lanjutnya, saat mobil yang dicurigai melintas seketika dapat diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan dan mendapati korban bersama pelaku berada di dalam mobil.

Kumpulan Berita Lainnya seputar Sumenep

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Selanjutnya korban bersama 6 orang pelaku dapat diamankan pukul 20.30 WIB  dan dibawa ke Polres Sumenep untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan adalah berupa satu tali tampar warna merah berukuran panjang 4 meter (digunakan untuk mengikat korban di dalam mobil).

Selain itu, ada satu unit mobil merk Honda Mobilio warna abu-abu metalik No.Pol : M-1399-HI dan satu buah senjata tajam jenis pisau lengkap dengan sarungnya berwarna coklat berukuran panjang 41 cm bersama gagangnya.

"Akibat perbuatannya Terlapor dijerat dengan Pasal  328 dan 170 sub 351 jo 55, 56 KUH Pidana dan Undang undang darurat, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved