Berita Madura

Eks Kades di Bangkalan Jadi Buronan Kasus Korupsi PKH Rp3 Miliar, Kejari : Sudah Keluar Bangkalan

SM merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Kelbung, Kecamatan Galis pada periode 2016-2021. Kini ia jadi DPO

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
DITANGKAP - Tim Penyidik Kejari Bangkalan kembali menetapkan dua tersangka berinisial AM dan SI atas kasus dugaan korupsi dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Keduanya digelandang ke tahanan Kejaksaan Tinggi Surabaya, Senin (11/7/2022) malam. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangkalan akhirnya menetapkan pria berinisial SM (52) sebagai buronan atas kasus tindak pidana korupsi penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Kelbung, Kecamatan Galis periode 2017-2021.

SM merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Kelbung, Kecamatan Galis pada periode 2016-2021. Penetapan status Daftar Pencarian Orang (DPO) itu setelah SM tiga kali mangkir dari panggilan Kejari Bangkalan.

“Nyariin (SM) gak dapat-dapat, udahlah tetapkan DPO saja. Kami sudah tiga kali melakukan pemanggilan, terakhir tanggal 16 Agustus,” ungkap Kasi Intel Kejari Kabupaten Bangkalan, Dedi Franky kepada Surya, Selasa (6/9/2022).

Dalam Surat DPO tertanggal 18 Agustus 2022 itu, Kajari Kabupaten Bangkalan, Candra Saptaji memerintahkan untuk ditangkap atau diserahkan ke Kejari Kabupaten Bangkalan. Sesuai dengan tiga surat panggilan tertanggal 22 Juli 2022, 25 Juli 2022, dan 12 Agustus 2022.

Dedi menjelaskan, sebelum menetapkan SM sebagai buronan pihaknya sempat menunggu beberapa hari. Itu karena ada beberapa orang sanggup menjadi penghubung dan mengatakan bahwa pihak SM akan menghadiri panggilan.

“Ah, lama-lama tidak beres semua. Akhirnya kami terbitkan surat DPO tertanggal 18 Agustus. Kami sudah dapat foto berikut ciri-ciri (SM) orangnya,” jelas Dedi.

Sebelumnya, Kejari Kabupaten Bangkalan menetapkan SM sebagai tersangka pada akhir Juli 2022 atas tindak pidana penyaluran dana bantuan PKH periode 2017-2021. Tersangka SM terseret isterinya, SU yang terlebih dahulu ditetapkan tersangka bersama pendamping PKH tingkat desa periode 2017-2018 berinisial MZ pada 28 Juni 2022.

Modus SU dalam kasus tersebut yakni mengambil, menguasai, dan mencairkan semua kartu milik 300 penerima manfaat PKH selama periode 2017-2021. Pihak Kejari Kabupaten Bangkalan merilis kerugian negara mencapai RP 3 miliar.

Selain pasangan suami-isteri SM-SU serta MZ, Tim Penyidik Kejari Kabupaten Bangkalan juga menetapkan dua tersangka lagi; AM selaku pendamping PKH Desa Kelbung periode 2019-2021 dan seorang perempuan berinisial SI pada Senin (11/7/2022) malam.

Baca juga: Korupsi Dana PKH di Bangkalan, Eks Kades Jadi Tersangka Baru, Kerugian Negara Tembus Rp 3 Miliar

Kumpulan Berita Lainnya seputar Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Tiga hari berselang, Kejari Bangkalan juga menggelinding koordinator PKH Kecamatan Galis berinisial AGA, Kamis (14/7/2022) petang. Tim penyidik menemukan bukti kuat bantuan dana untuk warga miskin itu mengalir ke pria asal Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan itu.

Dedi menambahkan, pencarian DPO SM hingga saat ini masih terus berlangsung. Semua informasi dari berbagai sumber tentang keberadaan SM terus dikembangkan pihak Kejari Kabupaten Bangkalan.

“Kami terus cari dan mencari namun hingga sekarang belum diketahui keberadaannya. Ada informasi SM ada di Sampang, ada pula informasi yang bersangkutan sudah di Jakarta. Namun yang pasti, sudah di luar Bangkalan,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved