Berita Madura
Berita Madura Terpopuler, Sampang Siapkan Dana Bangun Lapangan Sepak Bola Hingga Demo BBM di Sumenep
Simak berita Madura terpopuler dan terkini di TribunMadura.com, mulai Sampang siapkan dana pembangunan lapangan, hingga demo kenaikan BBM
TRIBUNMADURA.COM - Inilah berita Madura terpopuler yang dirangkum pada Rabu (7/9/2022).
Deretan berita ini merupakan berita Madura yang paling banyak dibaca di TribunMadura.com pada Selasa (6/9/2022).
Mulai dari Pembak Sampang yang siapkan dana untuk pembangunan lapangan sepak bola.
Hingga demo tolak kenaikan harga BBM di Sumenep.
Baca juga: Buntut Tuntutan Demonstran, Ketua DPRD Sampang Posting Status Tolak Harga BBM Naik
Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura, Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan dan Berita Sumenep hanya di GoogleNews TribunMadura.com
Simak deretan berita terpopuler Madura di TribunMadura.com:
Pemkab Sampang siapkan dana pembangunan lapangan Sepak Bola
Dalam waktu dekat pembangunan lapangan sepak bola di area Sampang Sport Center (SSC) berloksai di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura bakal terealisasikan .
Mengapa tidak, kini Pemerintah Daerah telah menyiapkan anggaran senilai miliaran rupiah guna membangun Sarpras tersebut.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Marnilem mengatakan bahwa, pengajuan anggaran pembangunan lapangan sepakbola di PAK tahun ini sudah disetujui oleh DPRD.
Adapun nominalnya senilai Rp 3,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan lapangan sepakbola beserta lintasan atlit," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (6/9/2022).
Baca juga: P4TM Bertemu Mendag Zulkifli Hasan, Adukan Masalah Tembakau Madura Demi Kawal Kesejahteraan Petani
Untuk saat ini pihaknya tengah menyiapkan segala berkas guna persiapan lelang sehingga ditargetkan pada akhir September 2022 ini lelang terlaksana.
"Jadi untuk proses pembangunannya diperkirakan Oktober 2022 mulai dilakukan dengan spesifikasi lapangan sesuai standard," terangnya.
Di sisi lain, dalam rencana pembangunan stadion sepakbola ini sangat diharapkan oleh masyarakat, termasuk pihak Cabor dan juga dari suporter Persesa yakni Trunojoyo Mania (Truman).
Sebab, kondisi lapangan sepakbola di Kota Bahari kini minim, setelah lapangan Wijaya Kusuma dibongkar guna pembangunan Alun-alun Trunojoyo Sampang.
Sehingga, Marnilem mengharapkan rencana pembangunan stadion sepakbola di SSC ini menjadi angin segar, sekaligus mendukung kemajuan persepakbolaan Sampang.
"Akhir tahun ini akan terealisasi," tandasnya.
Desa Lobuk Sumenep Raih Penghargaan
Pemerintah Desa (Pemdes) Lobuk Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep mendapatkan penghargaan sebagai Desa berpredikat 'Prospektif Good Governance' Tahun 2022.
Diraihnya penghargaan Prospektif Good Governance tersebut, karena mengelola keuangan dengan transparan dan akuntabel.
Tercatat, dari beberapa desa yang diajukan oleh Dinas PMD, Desa Lobuk sebagai peringkat I, disusul Desa Pabian dan Kertasada sebagai desa terbaik dalam pengelolaan keuangan desa.
Penghargaan diserahkan langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi kepada Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh dan dua kepala Desa lainnya di ruang Paseban Agung Sultan Abdurrahman Rumdis Bupati Sumenep pada hari Senin (5/9/2022) sore hari.
Dalam kesempatan itu pula, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor wilayah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kades Lobuk, Moh. Saleh mengucap rasa syukur atas diraihan pretasi yang diberikan ke desa yang dipimpinnya.
Namun lanjutnya, segala capaian dirinya tidak lepas dari peran serta masyarakat yang telah turut andil dalam memajukan desa.
"Iya kemaren saya terima penghargaan langsung dari Bupati Sumenep, dan penandatanganan nota kesepakatan. Pada intinya, capaian ini sungguh patut kita syukuri bersama, karena segala daya dan upaya kami berbenah mendapat apresiasi," kata Moh. Saleh pada TribunMadura.com, Selasa (6/9/2022).
Prestasi luar biasa yang diterimanya, akan menjadi motivasi tersendiri dalam menatap pembangunan Desa Lobuk ke arah yang lebih baik lagi.
"Alhamdulilah, prestasi ini akan menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, pengelolaan DD dengan sebaik-baiknya," tambahnya.
"Terima kasih kami sampaikan kepada bapak Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang terus memotivasi kami di bawah untuk lebih baik lagi mengembangkan desa dan memajukan desa kami," tandasnya.
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Sumenep
Gelombang massa protes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai turun ke Jalan Raya, kali ini Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Sumenep demo kantor Bupati pada Selasa (6/9/2022).
Ratusan aktivis Mahasiswa dari Aliansi BEM se- Sumenep ini melakukan aksi protes kenaikan harga BBM tersebut tepat di depan Kantor Bupati Sumenep, JL Dr. Cipto pukul 10.00 WIB.
Massa aksi ini membawa sejumlah poster kritikan, diantaranya bertulis 'Lebih Baik Harga Open BO Naik Dari Pada Harga BBM', BBM Elit, Cuan Sulit'.
Dalam aksi protes tersebut, mahasiswa meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk bersepakat dengan mereka menolak naiknya harga BBM demi berpihak terhadap seluruh rakyatnya.
Apalagi di kabupaten paling timur Pulau Madura ini angka kemiskinan masih cukup tinggi.
"Harga BBM naik, masyarakat miskin dan yang rentan miskin di Sumenep akan semakin sengsara. Maka dari itu, Pemkab Sumenep harus sepakat dengan tuntutan mahasiswa ini," teriak Nur Hayat, salah satu orator massa
Aksi mahasiswa di depan kantor Bupati Sumenep ditemui langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah.
Dalam kesempatan, Dewi Khalifah mengaku akan menampung aspirasi massa aktivis mahasiswa untuk kemudian dikoordinasikan dengan jajaran Forkopimda.
"Saya akan menyampaikan aspirasi yang telah disampaikan adik-adik tadi. Alhamdulillah, kalau misalnya dari perwakilan (mahasiswa) bisa mengirimkan surat. Sehingga bisa kita sikapi bersama-sama," ujarnya di hadapan mahasiswa.
Mahasiswa tak puas dengan pernyataan Wabup Sumenep.
Mereka menuding, bahwa atas nama Pemkab Sumenep tidak berani mengambil sikap terkait kenaikan harga BBM.
Usai dari kantor Pemkab, mahasiswa melanjutkan aksinya ke depan gedung kantor DPRD Sumenep.
Di sana mereka juga akan meminta wakil rakyat agar menyampaikan aspirasi massa aksi kepada pemerintah pusat agar membatalkan kenaikan harga BBM .