Berita Madura

Seribu Rumah Tak Layak Huni akan Dibangun oleh Bupati Pamekasan, Kepedulian untuk Warga Kurang Mampu

Baddrut Tamam menjadikan program pembangunan rumah tidak layak huni itu menjadi salah satu prioritasnya sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Rumah tak layak huni di Pamekasan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam komitmen bangun rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni selama kepemimpinannya.


Komitmen tersebut dibuktikan dengan jumlah RTLH yang dibangun meningkat setiap tahunya.


Pada tahun 2018, RTLH yang dibangun berjumlah 300 unit, tahun 2019 berjumlah 500 unit, tahun 2021 sebanyak 700 unit, dan pada tahun 2022 mencapai 1.000 unit RTLH.


"Jumlah pembangunan RTLH pada tahun anggaran 2022 ini, alhamdulillah meningkat dibandingkan dengan tahun 2021 lalu. Tahun ini kita anggarkan untuk 1.000 unit rumah tak layak huni menjadi layak huni," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pamekasan, Muharram, Jumat (9/8/2022.

Baca juga: Nestapa Suami Ditinggal Istri Merantau, Hilang Kabar Sejak 2015 Namun Kini Hanya Tinggal Nama

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com


Menurutnya, Bupati Baddrut Tamam menjadikan program pembangunan rumah tidak layak huni itu menjadi salah satu prioritasnya sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tidak mampu.


Jumlah anggaran untuk pembangunan RTLH itu mencapai Rp 20 miliar lebih yang tersebar di 13 kecamatan. 


Anggaran itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten.


"Selain bersumber dari APBN, sekitar 50 persen bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendataan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan. Yang pasti penerima program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun 2021 dan tahun sebelumnya juga," jelasnya.


Pria asal Desa Samatan Kecamatan Proppo ini melanjutkan, program bantuan RTLH itu tidak hanya menyasar pedesaan.


Melainkan rumah-rumah tak layak di wilayah kota juga menjadi sasaran bantuan untuk mengurangi lingkungan kumuh di daerah perkotaan.


"Sementara ini ada 260 rumah yang ada di kawasan perkotaan yang sedang diperbaiki, hasil dari pendataan yang dilakukan mulai tingkat kecamatan hingga ketua RT," paparnya.


Dia berharap, pembangunan RTLH itu tuntas pada masa kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam. 


Mengingat, berdasarkan data RTLH di Pamekasan pada tahun 2018 sebanyak 10 ribu unit.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved