Berita Madura

Polres Sumenep Tangkap Seorang Petani Penjudi Togel Online di Desa Talang Saronggi di Teras Toko

penangkapan itu berawal dari informasi bahwa ada perjudian jenis togel di wilayah Desa Talang Kecamatan Saronggi Sumenep

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Seorang petani asal Desa Talang, Kecamatan Saronggi Sumenep ini ditangkap polisi karena kasus judi togel online, Minggu (11/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polres Sumenep berhasil ungkap kasus judi togel dan judi online di Dusun Laok Lorong Desa Talang Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Diketahui identitas tersangka seorang petani berinisial H (36) asal Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

"Tersangka H ditangkap saat berada di teras toko milik saudari S di Dusun Laok Lorong Desa Talang, Kecamatan Saronggi pada Hari Minggu (11/9/2022) pukul 20.30 WIB," ungkap Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, Senin (12/9/2022).

Mantan Kapolsek Kota Sumenep ini mengungkapkan, penangkapan itu berawal dari informasi bahwa ada perjudian jenis togel diwilayah Desa Talang Kecamatan Saronggi.

Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Saronggi melaksanakan penyelidikan dan ternyata benar memang ada perjudian jenis togel tersebut.

Baca juga: Respon Bupati Sumenep Achmad Fauzi Soal Demo Harga BBM Naik, ada Langkah Taktis untuk Warga

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sumenep hanya di GoogleNews TribunMadura.com

"Ternyata benar didapati H sedang melakukan permainan judi online jenis slot di website https://divd.gamemututerjamin.com di hp nya dan saat diamankan ada pemesanan nomer togel oleh Pandi melalui pesan WhatsApp yang berupa angka. Namun pembayarannya keesokan harinya apabila diuangkan sebesar Rp. 36.000," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka H dan barang bukti berupa hp merk Samsung diamankan dan dibawa ke Kantor Polsek Saronggi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Pasal yang diterapkan terhadap tersangka adalah pasal 303 ayat (1) huruf ke-1e dan ke-2e KUH Pidana dan pasal 45 ayat (2) Jo pasal 27 ayat UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved