Berita Madura

Kapolres Bangkalan Teteskan Air Mata Sungkem ke Ibu Renta, Minta Doa Pilkades Serentak Lancar

Dibutuhkan pendekatan sosial-religius, memberikan bantuan sekaligus meminta doa dari warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono sungkem hingga meneteskan air mata ketika mengunjungi ibu rentan kategori miskin ekstrim di Desa Lerpak dan Desa Geger, Kecamatan Geger, Sabtu (17/9/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Bagi Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelaksanaan pilkades serentak 2023 tidak cukup hanya dengan mengandalkan perencanaan menyusun pengamanan.

Dibutuhkan pendekatan sosial-religius, memberikan bantuan sekaligus meminta doa dari warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem.

Saat ini, pilkades serentak Kabupaten Bangkalan dengan peserta sebanyak 149 desa tengah memasuki tahapan pembentukan panitia pemilihan kepala desa (P2KD).

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat menyebut, pembentukan P2KD merupakan tahapan paling krusial bahkan berpotensi rawan konflik.

Kondisi ini direspon Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono bersama jajaran polsek merapatkan barisan dengan melakukan perencanaan terkait perencanaan pengamanan dengan harapan terwujudnya harkamtibmas menjelang hingga pasca pelaksanaan pilkades serentak.

“Manusia seperti saya sebagai kapolres dan seluruh jajaran sudah berupaya keras untuk menjaga keamanan melalui perencanaan. Tetapi jangan lupa, ada sisi non manusia. Yaitu doa dari mereka yang memiliki kebutuhan hidup. Dari segi itu yang kita mainkan dalam rangka menjaga harkamtibmas, sebentar lagi ada pilkades,” ungkap Wiwit kepada Surya, Minggu (18/9/2022).

Pernyataan Wiwit mengacu pada gelaran blusukan ke rumah 10 warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem di Desa Lerpak dan Desa Geger Kecamatan Geger, Sabtu (17/9/2022). 

Ia terpaksa mengendarai kendaraan Utility Task Vehicle (UTV). Kendaraan khusus jalur non-jalan yang ia beli saat menjabat Kapolres Pacitan itu juga membawa beberapa karung beras.

Menurut Wiwit, insan manusia seperti dirinya dengan beban tugas menjaga keamanan sebuah kabupaten tidaklah cukup dengan hanya mengandalkan kekuatan manusia. Apalagi dihadapkan dengan dinamika kompleks kegiatan masyarakat termasuk gawe besar seperti pilkades serentak 149 desa.

Baca juga: PNS Pakai Motor Dinas Terciduk saat Nyabu di Rumah Bandar, Inspektorat Bangkalan Merespon

“Kita sudah bekerja dengan baik, menyusun perencanaan dengan baik, tetapi kekuatan dan sepintar-pintarnya manusia masih kurang. Jadi saya berupaya membawa kekuatan Tuhan karena selain berdoa sendiri, doa paling mujarab adalah doa anak yatim piatu, doa orang yang kesusahan, dan doa kyai. Kekuatan inilah yang juga perlu kami berdayakan,” jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved