Berita Malang

Bukan Percobaan Bunuh Diri, Kasus Video Viral Mahasiswa PTN di Malang Diungkap Polisi, ini Faktanya

Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo mengungkapkan, bahwa kejadian yang ada di dalam video itu bukanlah aksi percobaan bunuh diri.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kukuh Kurniawan
Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo jelaskan kasus dugaan percobaan bunuh diri 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sebuah video kiriman netizen yang diposting di media sosial Instagram @malangraya_info ramai diperbincangkan.

Dalam video tersebut, mengabarkan bahwa ada dugaan aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang.

Dalam video itu juga memperlihatkan, ada seorang pria sedang berada di atas menara panjat tebing setinggi sekitar 15 meter.

Diketahui, menara panjat tebing itu berada di dalam area salah satu PTN di Kota Malang.

Baca juga: Suami Gerebek Istri yang Asyik Ngamar di Hotel Bareng Brondong, Bikin Syok saat Buka Pintu Kamar

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Dari informasi yang didapat TribunMadura.com, kejadian yang diposting di video itu terjadi di Jalan Surabaya, Kecamatan Lowokwaru pada Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 21.10 WIB.

Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo mengungkapkan, bahwa kejadian yang ada di dalam video itu bukanlah aksi percobaan bunuh diri.

Dan pihaknya pun menjelaskan secara detail terkait peristiwa tersebut.

"Jadi pada awalnya, seorang mahasiswa berinisial R (19) sedang olahraga main basket bersama teman-temannya. Lalu, si R ini mendapat kabar WA dari keluarganya di Aceh, bahwa neneknya telah meninggal dunia," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (21/9/2022).

Usai mendengar kabar tersebut, dirinya pun syok dan terkejut. Dan secara spontan, langsung memanjat menara panjat tebing tersebut.

"Dari informasi yang kami dapat, sejak kecil R ini sering diasuh oleh neneknya. Karena mungkin tidak bisa menerima takdir itu, akhirnya dia melampiaskan perasaan dan kekecewaannya itu dengan naik ke menara panjat tebing. Sesampainya di atas, ia pun langsung teriak-teriak," jelasnya.

Kemudian, teman-temannya yang melihat kejadian tersebut, khawatir dengan keselamatan R dan langsung menghubungi pihak kepolisian.

Sesampainya di lokasi, petugas bersama teman-temannya R langsung bergerak cepat dengan berusaha menenangkan dan membujuknya agar turun. Dan sekitar pukul 21.30 WIB, R pun turun dari menara dinding panjat tebing tersebut.

"Setelah itu, kami ajak R ke Mapolsek Lowokwaru untuk menenangkan diri. Setelah terlihat tenang, kami berikan pemahaman psikis. Lalu saat kami tanya, R ini mengaku tidak ada niatan bunuh diri dan sengaja naik ke atas dinding panjat tebing itu untuk sekesar teriak-teriak melampiaskan perasaannya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved