Berita Madura

P4TM Gelar Rapat Pertemuan Bahas Regulasi Pembentukan Trading House dan Pengambilan Sampel

dalam pertemuan tersebut juga dihadiri BASSRA, asosiasi petani tembakau Madura, perwakilan Bakorwil Pamekasan dan Biro Perekonomian Setda Pemprov

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) menggelar rapat pertemuan dengan sejumlah gudang rokok meliputi Gudang Garam, Bentoel, Djarum, dan lainnya di aula pertemuan Bakorwil Pamekasan, Madura, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) menggelar rapat pertemuan dengan sejumlah gudang rokok meliputi Gudang Garam, Bentoel, Djarum, dan lainnya di aula pertemuan Bakorwil Pamekasan, Madura, Rabu (21/9/2022).


Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri BASSRA, asosiasi petani tembakau Madura, perwakilan Bakorwil Pamekasan dan Biro Perekonomian Setda Pemprov Jawa Timur.


Dalam pertemuan itu mereka membahas perihal pembentukan Trading House dan regulasi tata niaga tembakau Madura.


Sekretaris P4TM, Abdul Bari mengatakan, pertemuan ini adalah tindak lanjut dari deklarasi dan komitmen P4TM untuk mengawal persoalan tembakau di Madura.


Kata dia, dalam deklarasi P4TM tersebut ada rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk mengawal kepentingan petani.


Sewaktu itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan mengenai Bakorwil Pamekasan yang akan dijadikan pusat perdagangan tembakau dengan konsep Trading House.


"P4TM dalam kegiatan ini sangat merespons baik adanya Trading House tersebut. Kami juga fokus mengawal berkaitan dengan regulasi pembentukan Trading House ini," kata Abdul Bari kepada TribunMadura.com, Rabu (21/9/2021).


Menurut Bari, pada pertemuan rapat ini, P4TM juga menyampaikan kepada Pemprov Jatim agar segera menggodok Perda tentang perlindungan tembakau yang ada di masing-masing kabupaten di Jawa Timur. 


Selain itu, P4TM juga menyampaikan problematika yang terjadi di Madura mengenai pembelian tembakau.

Baca juga: P4TM Bertemu Mendag Zulkifli Hasan, Adukan Masalah Tembakau Madura Demi Kawal Kesejahteraan Petani

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com


"Persoalan pengambilan sampel (contoh) tembakau, bagaimana juga melindungi dan menjaga kualitas tembakau dari masing-masin daerah itu perlu diatur supaya tembakau dari luar Madura tidak masuk ke Madura sewaktu musim panen," pintanya.


Bari juga berharap ada regulasi dan peraturan pasti terhadap proses transaksi pembelian tembakau Madura.


Pihaknya meminta terhadap Bupati Pamekasan dan DPRD setempat agar meninjau serta mengkaji ulang berkaitan dengan Perda nomor 2 tahun 2022 tentang pengambilan sampel tembakau yang dipersyaratkan sekilo.


"Karena analisa kami adanya pengambilan sampel sekilo itu terkadang akan dijadikan peluang oleh pabrikan untuk mengambil sampel terlalu banyak," duganya.


Bari juga berkomitmen akan memperjuangkan mengenai tidak ada pengambilan sampel dalam pembelian tembakau


Hal itu kata dia bisa dilakukan oleh pabrikan lain karena P4TM telah memberikan contoh terhadap perwakilan pabrikan mengenai pembelian tembakau yang tidak merugikan petani tembakau.


"Karena sampelnya oleh P4TM ikut ditimbang dan diuangkan sesuai kualitas tembakau sehingga tidak merugikan petani tembakau," tutupnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved