Berita Malang

Pertengkaran Mendominasi Penyebab Perceraian di Kota Malang, Orang Ketiga Juga Turut Andil

Ketua PA Kelas I A Malang, Misbah mengatakan, bahwa penyebab perceraian masih didominasi karena perselisihan dan pertengkaran

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kukuh Kurniawan
Ketua Pengadilan Agama Kelas I A Malang, Misbah 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sebanyak 1.444 kasus perceraian terjadi di wilayah Kota Malang. Jumlah tersebut merupakan catatan perkara yang masuk dan telah diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Malang sejak Januari hingga Agustus 2022.

Selama delapan bulan itu, sebanyak 1.095 perceraian disebabkan oleh pertengkaran terus-menerus.

Lalu disusul dengan masalah ekonomi, dengan jumlah 169 kasus dan ditinggalkan oleh salah satu pihak dengan jumlah 156 kasus.

Baca juga: Suami Gerebek Istri yang Asyik Ngamar di Hotel Bareng Brondong, Bikin Syok saat Buka Pintu Kamar

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Ketua PA Kelas I A Malang, Misbah mengatakan, bahwa penyebab perceraian masih didominasi karena perselisihan dan pertengkaran.

"Hal ini banyak faktor. Seperti istri tidak baik pada suami, atau sebaliknya. Kemudian juga adanya orang ketiga, bisa menyebabkan pertengkaran hingga berujung perceraian," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (21/9/2022).

Berdasarkan catatan yang masuk di PA Kelas I A Malang, masih ada beberapa alasan lain penyebab perceraian. Seperti contoh Madat, Dihukum Penjara, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Cacat Badan hingga Pindah Keyakinan (Murtad).

"Untuk kasus perceraian karena  KDRT di tahun 2022 ini, tercatat ada empat kasus. Jumlahnya sama dengan cerai karena pindah agama," tambahnya.

Dirinya menuturkan, dari jumlah total 1.444 perkara perceraian, hal ini diketahui menurun. Karena berdasar catatan di tahun sebelumnya dalam kurun waktu yang sama, tercatat ada sebanyak 1.645 perkara.

"Memang kalau faktor ini banyak, tapi dari rata-rata jumlah perceraian, masih didominasi cerai gugat atau pengajuan cerai dari pihak istri. Sementara, kalau cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh pihak suami, jumlahnya masih belum banyak mendominasi," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved