Berita Madura

Komitmen Tekan Angka Stunting, Dinkes Pamekasan Rembuk Bersama Libatkan Berbagai Unsur

Acara yang bertajuk aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten Pamekasan tersebut diikuti oleh 135 undangan dari berbagai unsur.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat penandatanganan komitmen penanganan Stunting di Azana Hotel Pamekasan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar rembuk stunting di Azana Hotel Jalan, Jokotole Pamekasan, Rabu (21/9/2022). 


Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin, Ketua TP PKK Pamekasan, Nayla Baddrut Tamam, Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf. Ubaidillah, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Imam Husairi, dan Camat se Kabupaten Pamekasan.


Acara yang bertajuk aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten Pamekasan tersebut diikuti oleh 135 undangan dari berbagai unsur.


Termasuk dari kalangan organisasi kemasyarakatan (ormas).


"Tujuannya untuk menggalang komitmen bersama dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pamekasan," ujar Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.


Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, peraturan Kepala BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting, dan surat keputusan (SK) bupati tentang percepatan penurunan stunting Kabupaten Pamekasan nomor 188/37/432.0 tahun 2022.


"Harapan pertemuan kali ini adalah penurunan angka stunting di Kabupaten Pamekasan tahun 2022 pada tahun 2023 bisa di atas 20 persen. Jadi berdasarkan survey SSDI tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Pamekasan masih 38,6 persen, berbeda dengan hasil pendataan bulan timbang yang hanya 11,4 persen," terangnya.


Pendapat Saifudin, bulan timbang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni bulan Februari dan Agustus. 


Berdasarkan pendataan langsung di lapangan angka stunting di Pamekasan hanya 11,4 persen, jauh berbeda dengan hasil survei tersebut.

Baca juga: Inilah Tampang Dua Tersangka Pembakaran Truk Muatan Tembakau di Pamekasan, Terkuak Peran Mereka

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com


"Inilah salah satu tugas kita ke depan bahwa di samping kita berupaya secara konvergensi menurunkan angka stunting secara bersama-sama, kita juga memastikan bahwa data yang kita input ke dalam sistem aplikasi stunting bisa mendekati realitas yang ada di Kabupaten Pamekasan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved