Berita Madura

LPPM UNIRA Beri Bantuan Alat Penyiraman Otomatis untuk Kampung Wisata Melon Napote, Canggih

Selain menyerahkan bantuan alat penyiraman, LPPM UNIRA juga menyerahkan 'Website Profil Sistem Penjualan Melon'.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Madura (UNIRA) menyerahkan bantuan alat 'Teknologi Penyiraman Otomatis' terhadap Owner Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Madura (UNIRA) menyerahkan bantuan alat 'Teknologi Penyiraman Otomatis' untuk Owner Kampung Melon Napote Kabupaten Sampang, Kamis (22/9/2022).


Selain menyerahkan bantuan alat penyiraman, LPPM UNIRA juga menyerahkan 'Website Profil Sistem Penjualan Melon'.


Bantuan alat penyiraman otomatis yang diberikan itu merupakan hasil program kemitraan masyarakat (PKM) tahun 2022 dari Prodi Informatika UNIRA yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikburistek).


Dosen Informatika UNIRA, Soleh Rachmatullah mengatakan, diberikannya alat penyiraman otomatis itu sebagai wujud tanggung jawab pihaknya terhadap masyarakat yang ingin memberikan layanan terbaik dalam segi keilmuan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, baik melalui perorangan, organisasi atau kelompok tani.


Cerita dia, sebelum memberikan bantuan alat penyiraman otomatis itu, mulanya ia dikenalkan oleh kerabatnya mengenai adanya seorang petani melon modern di Kabupaten Sampang yang sedang mengembangkan tanaman hidroponik.


"Setelah itu saya coba konfirmasi, ternyata sistem pertaniannya masih memakai proses penyiraman manual dengan cara membuka tutup tuas. Lalu kami menawarkan konsep dengan penyiraman otomatis yang bisa dikendalikan oleh sistem android," kata Soleh Rachmatullah kepada TribunMadura.com.


Menurut Pria yang akrab disapa Soleh ini, alat penyiraman otomatis yang pihaknya berikan secara gratis itu juga bisa mengontrol status penyiraman terhadap buah melon di Kampung Melon Napote.


Selain itu, Owner Kampung Melon Napote juga bisa memantau ketersediaan air dari rumahnya sehingga secara berkala bisa memastikan tangki air selalu terisi.


"Kalau alatnya sudah canggih begini tidak mungkin akan terjadi proses los kontrol perihal ketersediaan air," paparnya.

Baca juga: Komitmen Tekan Angka Stunting, Dinkes Pamekasan Rembuk Bersama Libatkan Berbagai Unsur

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved